Pagi itu Andi bangun dengan perasaan sedikit kesal.Andi sebenarnya berniat bercinta dengan Patricia sampai fajar menyingsing, tetapi ternyata dia sudah ketiduran sejak jam dua pagi.Ketika terbangun, Andi lihat Patricia sudah mandi dan berpakaian rapi, sepenuhnya siap untuk lakukan perjalanan.“Kamu nggak boleh marah ke aku. Aku ngantuk, dan kamu pasti juga sangat capek, jadi kita sama-sama ketiduran.”Patricia tertawa kecil, merasa geli lihat Andi ngomel karena rencananya semalam nggak sempat terlaksana.“Aku nggak bisa terima ini, Pat. Nggak bisa seperti ini.”“Nggak apa-apa, Andi. Hanya dengan ini saja, aku nggak akan bisa lupakan kamu … atau, eh … ‘milikmu’ itu,” godanya sambil tertawa ringan untuk tenangkan pria itu.“Tunggu aku. Aku harus mandi dulu.”Andi buru-buru masuk ke kamar mandi.Nggak lama kemudian Andi keluar dengan sebuah rencana yang sama sekali nggak diduga Patricia, Andi akan langsung antar dia sampai ke kota.Untuk pertama kalinya dengar itu, Patricia begitu terha
Read more