Hubungan di antara mereka berdua berkembang dengan perlahan namun pasti. Nico nggak buru-buru. Nico perlahan memikat Puput, taburkan pesonanya sedikit demi sedikit setiap hari nggak pernah absen.Seiring berjalannya waktu, kehadirannya jadi sesuatu yang tetap dalam kehidupan Puput, sebuah kebiasaan yang rasanya berjalan dengan alami. Setelah dua bulan setiap akhir pekan ketemu di spa, Nico akhirnya ubah taktiknya. Kali ini, Nico undang Puput untuk renang di kondominiumnya.“Temani aku renang yuk, Puput. Kolamnya ada di lantai sebelah, nggak jauh sama sekali,” pintanya.“Um, apa itu pantas untuk kita lakukan, Nico?” Puput ragu sejenak.“Tentu saja. Akhir-akhir ini cuacanya panas banget, dan aku lagi nggak pingin pergi ke mana-mana. Aku lebih suka renang saja di kondoku, tapi nggak ada yang mau renang dengan aku. Rasanya juga agak aneh kalau aku pergi sendirian. Gadis-gadis di sana terus lihatin aku kayak aku ini makhluk aneh.”“Mereka nggak lihat kamu seperti orang aneh. Mereka lihat se
Read more