Puput perhatikan pria itu jalan menuju meja kasir untuk selesaikan tagihan, sementara perasaan aneh berputar di dalam hatinya.Biasanya, Puput hampir nggak pernah biarkan pria mana pun dekatin dia, kecuali teman-teman dari masa kuliahnya. Namun dengan Nico, sikapnya yang ramah dan sopan buat Puput berkali-kali luluh.Sambil tunggu, Puput kepang rambutnya secara longgar ke arah samping. Nggak lama kemudian, Nico jalan kembali ke arahnya dengan senyum lebar. Keduanya pun keluar dari spa sama-sama.“Sejujurnya, kamu bisa saja tinggalkan mobilmu di sini, Puput. Kita bisa naik mobilku dan pergi sama-sama,” usul Nico ketika mereka berhenti di dekat mobilnya.“Sepertinya nggak perlu, Nico. Aku akan setir mobil di belakangmu saja. Aku nggak mau buang waktu harus kembali ke sini lagi nanti,” jawabnya.“Oke kalau gitu. Sayang sekali,” katanya.Nico sebenarnya berharap bisa ada dalam satu mobil dengannya, dan kekecewaan itu sedikit terlihat di wajahnya. Hal itu buat Puput merasa malu. Puput beri
Read more