Akhirnya, Gisela menuruti ajakan William untuk sarapan bersama. Ia duduk di depan pria itu. Melahap makanan yang sama. Sambil mengobrol ringan. Ketika mereka baru saja selesai sarapan, tampak Danuarta melangkah mendekat. "Pa, kita baru selesai sarapan," kata William. "Tidak apa. Papa sudah sarapan tadi di luar," sahut Danuarta. Duduk di samping William. Gisela mengamati pria di depannya. Banyak sekali yang berubah. Danuarta terlihat lebih kurus daripada dulu saat tinggal di rumah ini. Bahkan, lingkaran hitam di bawah mata, cukup terlihat. Sepertinya pria itu banyak lembur akhir-akhir ini. "Tuan, Anda yakin sudah sarapan? Kalau belum, saya ambilkan. Atau saya masakkan," tawar Gisela. Danuarta menggeleng cepat. "Tidak perlu, aku memang sudah sarapan tadi. Em, William, papa ingin bicara denganmu. Papa tunggu di ruang kerja." Pandangan Gisela mengarah pada Danuarta yang sudah bangkit dan melangkah pergi, setelahnya William berpamitan untuk menyusul pria itu. Setelah kepe
Last Updated : 2026-02-05 Read more