Keheningan yang menyelimuti kamar mandi mewah itu kini terasa jauh berbeda; bukan lagi kesunyian yang mencekam penuh ancaman, melainkan keheningan yang berat, pekat, dan sarat akan sisa-sisa gairah yang baru saja menghanguskan kewarasan. Uap air yang tadi mengepul tebal mulai menipis, menyisakan embun yang menempel pada dinding marmer dingin dan permukaan cermin yang kini buram oleh jejak napas. Di tengah ruangan yang luas itu, Arka Dirgantara masih berdiri mematung, mendekap tubuh Lia Sanjaya yang terkulai lemas dalam pelukannya. Napas mereka yang semula memburu seperti badai, perlahan-lahan mulai mendarat dalam ritme yang lebih teratur, meskipun detak jantung mereka masih berpacu kuat, saling beradu di balik kulit yang basah dan panas.Arka perlahan-lahan melonggarkan cengkeramannya, transisi emosional yang terjadi pada dirinya begitu drastis namun terasa alami bagi pria dengan kompleksitas seperti dia. Amarah yang membabi buta, yang dipicu oleh kecemburuan primitif saat melihat A
最終更新日 : 2026-02-27 続きを読む