Arka berdiri dari tempat tidur dengan kecepatan yang mengintimidasi. Ia meraih jasnya di lantai, mengenakannya kembali dengan gerakan yang sangat rapi dan mekanis, seolah-olah ia baru saja menyelesaikan sebuah transaksi bisnis yang melelahkan. Ia berdiri di tepi ranjang, menjulang tinggi di atas Lia, sosoknya kembali menjadi sang Alpha yang tak tersentuh."Apa yang kamu rasakan hanyalah sisa dari mimpimu," dusta Arka, matanya kini menatap Lia dengan kedinginan yang mematikan. "Aku hanya lewat untuk memastikan pengawal menjalankan tugas mereka dengan benar. Aku tidak memelukmu. Aku tidak menciummu. Jangan pernah mencampuradukkan imajinasimu dengan realitas yang aku buat untukmu."Kebohongan itu begitu telanjang, begitu kejam, hingga Lia merasa dunia di sekelilingnya berputar. Ia menatap Arka dengan rasa tidak percaya yang mendalam. Bagaimana bisa seorang pria berdiri di sana, hanya beberapa inci dari tempat ia baru saja mencurahkan kerinduannya yang terlarang, dan menyangkal segalany
Read more