“Kamu benar-benar tega, Bim? Aku sampai diperlakukan seperti itu. Aku tulus dan benar-benar mencintaimu. Bahkan menjadi pengganti pun aku rela. Aku bersedia kok merawat anak-anakmu dan juga calon anak kita,” berbicara pelan penuh penekanan sambil Danira memegang perutnya yang belum kelihatan.“Cukup! Aku katakan, kamu itu hanya sebagai pelengkap. Kamu nggak akan mungkin bisa menjadi Nyonya Abdinegara. Wanita yang aku pilih, harus wanita baik-baik bukan wanita sepertimu,” Bimo mendengus kesal saat Danira mulai protes masalah hubungan mereka.“Kalau kamu sudah nggak ada urusan, kamu bisa pergi. Temui saja HRD dan minta bagian mana yang kosong. Kalau kau terus memaksa, aku nggak akan sungkan meminta HRD untuk menempatkan kamu di bagian terburuk,” ancam Bimo. Dia benar-benar hanya menjadikan Danira sebagai kesenangan.“Bim!” Danira berdiri dan mencoba mendekat pada Bimo, namun Bimo malah mengundurkan tubuhnya. Benar-benar laki-laki kurang ajar, habis manis sepah dibuang. “Aku nggak terim
Read more