Keesokan paginya... Suasana rumah Beni berangsur tenang setelah ketegangan semalam. Beni baru saja keluar dari kamar mandi dengan rambut masih basah, handuk melingkar di lehernya. “Selamat pagi, Beni,” sapa Nadia dengan senyum natural, seolah sudah biasa dengan rutinitas pagi di rumah ini. “Aku sedang menyiapkan sarapan.” Hampir bersamaan ibu Beni masuk ke dapur, matanya terbelalak melihat seorang wanita cantik yang dengan cekatan sedang mengaduk telor di wajan. Ibu Beni menoleh kepada Beni dengan tatapan bertanya-tanya. “Nak, siapa...?” Sebelum Beni sempat menjawab, Nadia sudah menyahut dengan ramah, “Saya Nadia, teman kerja Beni, Bu. Maaf mengagetkan Ibu pagi-pagi seperti ini.” “Wah, tidak usah repot-repot masak, Nak,” kata ibu Beni dengan nada sungkan. “Masa tamu yang harus memasak untuk tuan rumah.” “Nggak apa-apa, Bu,” jawab Nadia sambil membalik telor mata sapi. “Cuma nasi goreng sama telor saja, gak repot kok.” Beni akhirnya menemukan suaranya. “Iya, Bu. Nadia kebetulan
Last Updated : 2025-11-17 Read more