Sinar pagi hari mulai merayap, Beni terbangun dengan kepala berat dan badan pegal. Kenangan semalam berkelebat—panas, desahan, tubuh Catherine yang lunglai, dan rekaman gelap di ponselnya. Dia segera duduk, dan suara mendesing dari kamar mandi menyadarkannya.Tidak lama, pintu kamar mandi terbuka. Bu Catherine melangkah keluar hanya dengan handuk putih melilit di tubuhnya, rambutnya basah terurai. Dia tampak segar, tenang, bahkan ada senyum kecil yang santai di bibirnya.“Pagi,” katanya, suaranya serak namun rileks. “Kau tidur nyenyak sekali.”Beni hanya bisa mengangguk, matanya mengikuti gerakan Bu Catherine yang mengambil botol air minum dari meja dan meneguknya.“Bu Catherine,” Beni mulai, mencoba mengumpulkan keberanian dan pikiran yang masih berantakan. “Kemarin… kemarin kau bilang akan memberiku informasi. Tentang kartu itu. Tentang organisasi Ular Hitam.”Bu Catherine menoleh, menatapnya. Senyumnya tidak hilang, tapi matanya menjadi lebih tajam. Dia duduk di tepi tempat tidur,
Last Updated : 2026-01-05 Read more