Saat sedang sarapan, Beni tidak bisa menatap Maya langsung. Setiap suara jeritan kecil yang didengar Lina tiba-tiba memiliki makna yang sama sekali berbeda dalam pikirannya. Meja makan kecil di ruang tengah rumah Maya dipenuhi hidangan sederhana. Lina menyantap makanannya dengan lahap, sementara Tari masih sesekali melirik Beni dengan sikap waspada. “Wah, masakan Kak Maya paling enak!” seru Lina dengan mulut penuh. Maya tersenyum lemah. “Habiskan semuanya ya, Dek.” Beni mengangkat sendoknya, namun pikirannya melayang pada cerita Lina tentang ‘jeritan kecil’. Di benaknya, ia membayangkan Maya di kamar, tubuhnya bergerak-gerak, mengeluarkan desahan-desahan yang didengar Lina. Pikirannya mulai membentuk gambaran-gambaran tak senonoh – Maya yang merintih, Maya yang mendesah, Maya yang... "Kak Beni, kok diam terus?" tanya Lina polos. "Makanannya nggak enak?" Beni tersentak dari lamunannya, menyadari ada sedikit ereksi yang mulai terbentuk. "Eh, tidak... enak sekali," jawabnya cepat,
Last Updated : 2025-11-11 Read more