“Noda? Maksudnya seperti kita, begitu?” Suara Rembong terdengar geli. Dipasena melanjutkan, suaranya hampir tak terdengar. "...akan dianggap sebagai ancaman. Sebagai penyakit. Dan akan dimusnahkan tanpa ampun untuk menjaga kemurnian Loka Keseimbangan." Keheningan kembali mengisi ruangan, kini terasa lebih berat dan menekan. Hanya suara dengung lembut dari peta bintang yang tersisa. “Hahahahahaha!” Tawa Ki Rembong meledak, tanpa humor, hanya kemenangan murni yang kejam. “Jadi begitu, ya? Tempat bagus itu ternyata punya kebijakan ‘Dilarang Memawa Sampah’. Dan kamu, sobat, kebetulan sedang membawa aku, sampah paling beracun di jagat raya. Gila, apes sekali nasibmu.” "Jadi ini jebakan," kata Dipasena dingin, tangannya terkepal di sisi tubuhnya. “Bukan jebakan. Ini pilihan,” koreksi Rembong, nadanya penuh kepuasan. “Pilihan yang sangat mudah, malah. Kamu tetep di sini, di dunia fana, jadi penguasa absolut. Kita bi
Last Updated : 2025-12-25 Read more