Tatapan Darren menyipit, bibirnya melekuk senyum jahil. Dia mengangkat tangan, lalu mengusap kepala Renata dengan lembut. Namun, Renata segera menggeser tubuh. Darren yang sadar, langsung menangkupkan telapak tangan di dada. Melihat itu, Renata justru tertawa kecil. "Pulang sana, Mas! Basah semua itu. Seperti anak kecil saja, pakai acara basah-basahan!" "Kalau tidak gitu, kamu mana mau datang? Aku pulang dulu, ya!" Darren menatap sekali lagi pada Renata, lalu membuka pintu mobil. "Besok pagi, aku jemput ke sini, ya, Calon Istri!" ucapnya dengan senyum bahagia. Renata mengangguk samar, kemudian mengikuti anak-anak yang kembali ke pondok. Darren menunggu mereka sampai melewati gerbang. Setelah itu, Darren melajukan mobil kembali ke rumah. * Pak Susilo menatap dingin pada Renata dan Darren. Mulanya dia masih bersikukuh dengan egonya. Namun, Darren tidak menyerah. Niat untuk membawa Renata pulang ke Jakarta sebagai istrinya sudah bulat. Bu Yanisah menangis haru di pelukan Renata, se
Last Updated : 2025-12-29 Read more