Mbok Sipah yang tadinya ingin segera pergi, kini ikut memperhatikan wajah Gelar dengan lebih saksama di bawah cahaya lampu taman yang kekuningan. Ia membandingkan garis rahang, bentuk hidung, hingga sorot mata Gelar dengan kedua bocah kembar itu."Eh, iya ya... kok bisa mirip begini?" gumam Mbok Sipah, suaranya terdengar ragu namun juga mengakui. Namun, ia segera menggelengkan kepala, mencoba menghalau pikiran aneh yang melintas. "Ah, tapi mungkin itu hanya perasaan kita saja, Mbok Ratih. Mungkin karena mereka sama-sama tampan, jadi terkesan ada kemiripan. Banyak orang di dunia ini yang wajahnya mirip meski tidak ada hubungan darah."Gelar tertegun mendengar komentar kedua pengasuh itu. Jantungnya berdebu hebat. Kemiripan? Bagaimana mungkin? Namun, secara naluriah, Gelar merasa ada sesuatu yang sangat penting yang sedang ia hadapi saat ini. Rasa penasarannya memuncak, membangkitkan insting tajam yang selama ini ia gunakan dalam dunia bisnis. Ia merasa harus mendokumentasikan pertemuan
最終更新日 : 2026-01-01 続きを読む