แชร์

120. Diamond Suite

ผู้เขียน: Leva Lorich
last update ปรับปรุงล่าสุด: 2026-01-06 11:21:47

Mengingat kembali lembaran masa lalu, Bita sering kali merasa seolah sedang bermimpi di siang bolong. Sabita yang dulu adalah seorang gadis desa yang malang, yang terpaksa melarikan diri ke Jakarta dengan napas tersengal karena ketakutan akan dijual oleh ibu kandungnya sendiri dan bapak sambungnya kepada seorang rentenir demi melunasi hutang.

Kala itu, ia datang ke ibu kota hanya bermodalkan nyali dan sejuta harapan sederhana agar bisa bertahan hidup dan menemukan kesuksesan. Kini, semua impian itu bukan hanya menjadi nyata, melainkan melampaui apa yang pernah ia bayangkan dalam doa-doa paling rahasianya.

Bita kini bukan lagi gadis pelarian. Ia telah berdiri tegak sebagai pewaris tunggal Hermanto Grup milik Pak Herman, ayah angkat yang begitu memuliakannya.

Tak cukup sampai di situ, statusnya kini telah resmi menjadi Nyonya Gelar Aditama, istri dari pemilik Aditama Grup yang memayungi puluhan hotel mewah di seluruh pelosok Nusantara. Bita telah bertransformasi menjadi sosok wanita y
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Terjebak Hasrat Terlarang Pria Ibu Kota   125. Vanilla Yang Gurih

    Gelar merasakan darahnya berdesir hebat saat jemari Bita bertautan di tengkuknya. Binar kekaguman di mata Gelar perlahan berubah menjadi api gairah yang dalam dan gelap, namun tetap sarat dengan pemujaan. Ia melingkarkan lengannya di pinggang Bita, menarik tubuh wanita itu hingga tidak ada lagi jarak di antara mereka. Aroma parfum vanilla yang 'gurih' bercampur dengan wangi alami kulit Bita seolah menjadi candu yang meruntuhkan sisa-sisa pertahanan diri Gelar."Bita... kamu benar-benar ingin menyiksaku, hm?" bisik Gelar dengan suara serak, napasnya terasa panas di permukaan kulit pipi Bita.Bita tidak menjawab, namun ia semakin menenggelamkan wajahnya di dada bidang Gelar, menghirup aroma maskulin yang selama lima tahun ini hanya mampu ia bayangkan dalam mimpi. "Aku hanya ingin menjadi milikmu seutuhnya, Mas. Tanpa ada bayang-bayang siapa pun lagi. Aku ingin kamu menghapus semua ketakutanku," jawab Bita dengan suara yang bergetar namun penuh determinasi.Gelar tidak menunggu lebih lam

  • Terjebak Hasrat Terlarang Pria Ibu Kota   124. Tarikan Lembut

    Pagi menyapa Yogyakarta dengan cahaya matahari yang menyelinap malu-malu di balik tirai sutra Diamond Suite Hotel JogjaJaya. Udara pegunungan yang terbawa hingga ke jantung kota memberikan kesegaran tersendiri bagi siapa pun yang menghirupnya. Gelar terbangun lebih dulu, menatap wajah Bita yang tampak begitu damai dalam tidurnya. Meskipun malam tadi mereka tidak melakukan hal sakral yang biasa dilakukan pasangan pengantin baru pada umumnya, Gelar sama sekali tidak merasa kecewa. Baginya, bisa melihat Bita bernapas dengan tenang tepat di sampingnya sudah merupakan kemenangan terbesar dalam hidupnya.Perlahan, Bita membuka matanya. Ia tersenyum tipis saat mendapati Gelar sedang menatapnya tanpa kedip. "Sejak kapan Mas bangun?" tanyanya dengan suara serak khas bangun tidur yang justru terdengar sangat seksi di telinga Gelar."Cukup lama untuk menyadari betapa beruntungnya aku memilikimu kembali," jawab Gelar sambil mengecup kening Bita lembut.Bita beranjak dari tempat tidur dengan seman

  • Terjebak Hasrat Terlarang Pria Ibu Kota   123. Seorang Suami

    Meskipun tawaran untuk menyusuri keindahan Yogyakarta terdengar sangat menggoda, Bita perlahan menggelengkan kepalanya. Ia meletakkan sendoknya, menatap piring gudeg yang tinggal separuh dengan tatapan yang kembali menerawang. Keramaian Malioboro yang tadi sempat menghiburnya kini mendadak terasa terlalu bising dan menyesakkan. Ada sebuah beban yang tak kasat mata namun terasa sangat berat, menariknya untuk kembali ke dalam kesunyian."Mas, maafkan aku," ujar Bita lirih, suaranya hampir tenggelam di antara suara pengamen jalanan yang membawakan lagu cinta di kejauhan. "Sepertinya aku belum siap untuk pergi ke tempat-tempat wisata yang ramai. Aku merasa lebih aman jika kita di kamar saja. Aku ingin benar-benar menenangkan diri dan melepaskan semua kecemasan ini."Gelar menatap Bita dengan tatapan yang sangat dalam. Ia bisa melihat ada pergulatan hebat di balik mata indah istrinya. Alih-alih merasa kecewa karena rencana jalan-jalannya ditolak, Gelar justru meraih tangan Bita dan menggen

  • Terjebak Hasrat Terlarang Pria Ibu Kota   122. Dihantui

    Bita menggelengkan kepalanya dengan cepat, jemarinya meremas kain bajunya sendiri. "Maaf, Mas... maafkan aku," suaranya terdengar serak. "Aku... aku tiba-tiba teringat Mbak Rima. Aku merasa seperti sedang mencuri sesuatu yang bukan milikku. Aku merasa seperti wanita jahat yang sedang bersenang-senang di atas luka wanita lain.""Bita, dengarkan aku," ujar Gelar sambil melangkah pelan, mencoba menenangkan suasana. "Rima adalah masa lalu yang kelam. Dia mengkhianatiku, dia yang menghancurkan rumah tangga kami sendiri. Kamu bukan pencuri, kamu adalah takdir yang datang untuk menyelamatkanku dari kehampaan itu. Kenapa kamu harus merasa bersalah padanya?""Aku… aku tahu itu, Mas. Tapi… dia seperti menghantuiku. Aku takut, Mas. Aku.. aku…” Bita tak bisa menyelesaikan perkataannya. Bahunya berguncang hebat, kemudian ia menangis.Gelar menghela napas panjang, ia menyadari bahwa luka psikis yang dialami Bita jauh lebih dalam dari yang ia bayangkan. Pengorbanan Bita selama lima tahun bukan hanya

  • Terjebak Hasrat Terlarang Pria Ibu Kota   121. Ketakutan Bita

    Suasana di dalam Diamond Suite Hotel JogjaJaya terasa begitu tenang dan intim. Cahaya jingga dari matahari yang mulai tenggelam di cakrawala Yogyakarta menyelinap masuk melalui jendela besar, menyiram ruangan itu dengan nuansa romantis yang hangat. Bita baru saja meletakkan koper kecilnya di dekat lemari pakaian besar yang terbuat dari kayu jati berukir, namun sebelum ia sempat merapikan isinya, ia merasakan sepasang lengan kekar melingkar erat di pinggang rampingnya.Gelar memeluknya dari belakang, menyandarkan wajahnya di lekukan leher Bita yang jenjang dan berbau harum aroma vanila. Napas hangat pria itu terasa menggelitik kulitnya, membuat bulu kuduk Bita meremang seketika."Aku sangat merindukanmu, Sayang. Kamu tidak tahu betapa beratnya melewati malam-malam tanpa kehadiranmu selama lima tahun ini," bisik Gelar dengan suara bariton yang rendah dan sarat akan emosi. "Sekarang sudah sah, kan, kalau aku memanggilmu 'sayang'? Kita benar-benar sudah menjadi suami istri yang sah di ma

  • Terjebak Hasrat Terlarang Pria Ibu Kota   120. Diamond Suite

    Mengingat kembali lembaran masa lalu, Bita sering kali merasa seolah sedang bermimpi di siang bolong. Sabita yang dulu adalah seorang gadis desa yang malang, yang terpaksa melarikan diri ke Jakarta dengan napas tersengal karena ketakutan akan dijual oleh ibu kandungnya sendiri dan bapak sambungnya kepada seorang rentenir demi melunasi hutang. Kala itu, ia datang ke ibu kota hanya bermodalkan nyali dan sejuta harapan sederhana agar bisa bertahan hidup dan menemukan kesuksesan. Kini, semua impian itu bukan hanya menjadi nyata, melainkan melampaui apa yang pernah ia bayangkan dalam doa-doa paling rahasianya.Bita kini bukan lagi gadis pelarian. Ia telah berdiri tegak sebagai pewaris tunggal Hermanto Grup milik Pak Herman, ayah angkat yang begitu memuliakannya. Tak cukup sampai di situ, statusnya kini telah resmi menjadi Nyonya Gelar Aditama, istri dari pemilik Aditama Grup yang memayungi puluhan hotel mewah di seluruh pelosok Nusantara. Bita telah bertransformasi menjadi sosok wanita y

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status