Mobil melaju perlahan meninggalkan halaman hotel yang masih dipenuhi cahaya lampu dan deretan kendaraan mewah.Di balik dinding kaca aula, pesta masih berlangsung meriah, musik mengalun, tawa terdengar samar, dan para tamu masih larut dalam perbincangan. Namun bagi Jane dan Brian, malam itu telah mencapai titik akhirnya.Jane duduk di kursi penumpang dengan punggung bersandar rapi. Ia melepaskan napas pelan, seolah baru saja keluar dari sebuah medan yang penuh tekanan.Brian fokus mengemudi, sorot matanya lurus ke depan, rahangnya sedikit mengeras. Suasana di dalam mobil terasa hening, tetapi bukan hening yang canggung—lebih seperti kelelahan yang sama-sama mereka pahami.Belum jauh mobil melaju, ponsel Brian bergetar. Ia melirik layar sekilas, lalu menghela napas panjang sebelum akhirnya menerima panggilan itu.“Ya,” jawab Brian singkat.Suara di seberang terdengar jelas meski Jane tidak bisa mendengar kata per kata. Nada itu tegas, tinggi, dan sarat otoritas. Brian mengendurkan bahu
Last Updated : 2026-01-07 Read more