Home / Romansa / Coach, Sentuh Aku Lebih Dalam! / Bab 80: Keputusan yang Besar

Share

Bab 80: Keputusan yang Besar

last update Last Updated: 2026-01-09 15:14:47

Mentari pagi baru saja membasuh gedung pencakar langit Hills Group dengan cahaya keemasan.

Di lobi utama yang megah, aktivitas perkantoran dimulai seperti biasa.

Namun, atmosfer pagi itu mendadak berubah ketika pintu kaca otomatis terbuka dan menampakkan sosok pria yang seolah keluar dari sampul majalah bisnis internasional.

Jane, yang sedang berdiri di dekat meja resepsionis sembari memeriksa jadwal hariannya, seketika terpaku.

Mulutnya sedikit terbuka, dia menganga tak percaya melihat pemandangan di hadapannya.

Brian, pria yang biasanya dia temui dengan kaus santai atau perlengkapan tinju, kini melangkah dengan penuh wibawa dalam balutan setelan jas tuxedo tiga potong berwarna charcoal grey yang dijahit sempurna mengikuti lekuk tubuhnya yang atletis.

Rambutnya yang biasa dibiarkan berantakan kini disisir rapi ke belakang dengan gaya slick back, menonjolkan garis rahang yang tegas dan wajah maskulin yang luar biasa tampan.

Di samping Jane, Sita, sahabatnya yang juga bekerja di depart
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (4)
goodnovel comment avatar
Icha Qazara Putri
Semoga Jhon tidak mengacau lagi ya..
goodnovel comment avatar
Nining Mulyaningsi
semoga d tangan Brian hills bisa lebih baik lagi. a
goodnovel comment avatar
MAIMAI.
sambil menyelam minum air ya brian, sambil memperbaiki perusahaan dan tetap bertemu jane tiap hari dan memantau semua kegiatannya.
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Coach, Sentuh Aku Lebih Dalam!   Bab 88: Pertanyaan dari Brian

    Pukul dua belas malam, atmosfer di dalam apartemen mewah milik Brian seolah-olah terbakar oleh energi yang tidak kasatmata.Setelah melewati hari yang panjang dan penuh tekanan di Hills Group, serta makan malam yang penuh canda dengan sahabat mereka, kini hanya tersisa mereka berdua di dalam kamar yang didominasi oleh nuansa maskulin dan pencahayaan yang amat redup.Dinginnya pendingin ruangan sama sekali tidak mampu meredam panas yang memancar dari dua tubuh yang sedang saling memuja.Di atas ranjang dengan seprai sutra berwarna gelap, Jane dan Brian terjebak dalam tarian gairah yang membara.Tidak ada lagi sekat formalitas antara atasan dan bawahan, atau dendam masa lalu yang menghantui. Yang ada hanyalah eksplorasi hasrat yang menggebu-gebu.Keringat membasahi tubuh keduanya, berkilau di bawah cahaya temaram, menciptakan pemandangan yang eksotis dan menggairahkan.Brian, dengan otot-otot tubuhnya yang tegang karena intensitas, memimpin permainan dengan penuh dominasi namun sarat ak

  • Coach, Sentuh Aku Lebih Dalam!   Bab 87: Kita Lihat Nanti

    Malam itu, suasana di restoran berkonsep fine dining yang menjadi langganan mereka terasa begitu tenang.Pencahayaan temaram menciptakan atmosfer yang intim, sangat kontras dengan hiruk-pikuk skandal keuangan yang baru saja Brian tangani di kantor.Brian duduk dengan santai, namun aura kepemimpinannya tetap melekat kuat, bahkan saat ia hanya mengenakan kemeja kasual dengan kerah terbuka.Jane menyesap sisa anggur di gelasnya, lalu menatap Brian dengan tatapan penuh selidik.“Kau tahu, Brian? Hari ini seluruh departemen dipenuhi oleh pembicaraan tentangmu. Sepertinya kau telah menjadi topik utama di setiap sudut kantor,” ujar Jane memulai percakapan.Brian hanya menaikkan alisnya sebelah, sebuah gestur minimalis yang menunjukkan ketertarikan tanpa harus bertanya lebih lanjut.Ia tetap tenang, menunggu Jane melanjutkan laporannya tentang dinamika sosial di Hills Group.“Hampir seluruh staf perempuan tidak berhenti mengagumi ketampananmu. Mereka terpesona dengan transformasi dan wibawamu

  • Coach, Sentuh Aku Lebih Dalam!   Bab 86: Masih Malas Hingga saat ini

    Pagi harinya, suasana di lantai eksekutif Hills Group tampak jauh lebih sibuk dari biasanya.Brian Kevin Hills telah berada di meja kerjanya sejak fajar menyingsing, untuk meninjau beberapa berkas awal sebelum memulai pertemuan penting dengan Departemen Keuangan.Pintu ruang kerja terbuka, dan Miles masuk bersama seorang pria berkacamata yang membawa tas koper berisi dokumen-dokumen rahasia.“Tuan Brian, ini adalah Tuan Juan, Manajer Keuangan senior yang telah menangani arus kas perusahaan selama sepuluh tahun terakhir.” Miles memperkenalkan dengan nada formal.Brian mempersilakan Juan untuk duduk. Tanpa basa-basi atau basa-basi protokol yang tidak perlu, Brian langsung menuju inti permasalahan. Tatapannya tajam, mengunci fokus pada pria di hadapannya.“Juan, saya ingin laporan yang sejujur-jujurnya tanpa ada angka yang dipoles. Bagaimana kondisi kesehatan keuangan Hills Group selama dua tahun terakhir di bawah kepemimpinan John?” tanya Brian dengan nada rendah yang menuntut kejujuran

  • Coach, Sentuh Aku Lebih Dalam!   Bab 85: Melebur Bersama

    Pukul sebelas malam, suasana di dalam apartemen mewah itu terasa begitu hening, namun sarat dengan ketegangan elektrik yang tidak kasatmata.Di dalam kamar utama yang didominasi oleh interior minimalis modern dan pencahayaan temaram, aroma kayu cendana dan parfum maskulin milik Brian menguar di udara, menciptakan atmosfer yang intim dan eksklusif.Brian berdiri diam di depan jendela besar yang menampilkan panorama megah lampu-lampu kota yang berkelap-kelip seperti hamparan berlian.Ia hanya mengenakan celana pendek hitam dan membiarkan punggungnya yang lebar dan berotot terpampang jelas di bawah cahaya rembulan yang menembus kaca.Otot-otot tubuhnya yang terukir dari latihan bertahun-tahun tampak berkilau, memancarkan aura kejantanan yang mentah dan tak tertandingi.Suara langkah kaki yang halus di atas lantai parket membuat Brian mematung. Pintu kamar tertutup dengan bunyi klik yang lembut.Dari pantulan kaca jendela, ia melihat sosok Jane berjalan mendekat. Langkahnya gemulai, sebua

  • Coach, Sentuh Aku Lebih Dalam!   Bab 84: Tentu akan Menunggunya

    “Aku mungkin akan sangat sibuk sampai larut malam nanti. Tapi, aku ingin kau datang ke apartemenku. Tunggu aku di sana,” ucap Brian dengan nada rendah namun penuh penekanan yang intim.Jane tersenyum manis mendengar instruksi yang lebih terdengar seperti permintaan tulus daripada perintah seorang atasan.Mereka berdiri di lorong sunyi menuju ruang rapat eksekutif, sesaat sebelum badai profesional dimulai.Mata Brian menatap Jane dengan binar yang berbeda, sebuah tatapan yang hanya ia simpan untuk wanita itu di tengah segala ketegangan transisi kepemimpinan ini.Jane mengangguk pelan, memberikan afirmasi yang menenangkan. “Aku akan datang. Aku akan menunggumu sampai pekerjaanmu selesai, Brian.”Mendengar jawaban itu, Brian mengusap lengan Jane dengan lembut sebagai bentuk terima kasih dan kasih sayang yang singkat namun bermakna.Tanpa membuang waktu lagi, dia membetulkan letak jasnya, memasang kembali raut wajah tegas yang tak tertembus, dan melangkah masuk ke dalam ruang rapat di man

  • Coach, Sentuh Aku Lebih Dalam!   Bab 83: Akan Kuusahakan

    “Apa kau serius dengan keputusan ini, Brian?”Jane bertanya dengan nada yang menunjukkan ketidakpercayaan yang mendalam.Matanya membulat, menatap pria di hadapannya yang kini tampak sangat berbeda dari Brian yang ia kenal beberapa minggu lalu.Kabar mengenai rencana restrukturisasi besar-besaran yang akan dilakukan Brian telah sampai ke telinganya, namun mendengarnya langsung dari bibir sang CEO baru memberikan dampak yang jauh lebih kuat.Brian mengangguk dengan santai, nyaris tanpa beban. “Aku tidak pernah seserius ini dalam hidupku, Jane,” jawabnya tenang.Saat ini, mereka tengah duduk di sebuah restoran Italia langganan mereka yang bernuansa hangat dan redup.Brian telah menanggalkan jas formalnya; lengan kemeja putihnya digulung hingga ke siku, memperlihatkan jam tangan mewah dan urat-urat tangan yang tegas saat ia dengan mahir memutar garpu pada pasta fettuccine favoritnya.Meski tampil lebih santai, aura otoritas tetap terpancar kuat dari cara bicaranya.“Aku akan merombak tot

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status