Crasssh! Sizzle sizzle...Suara telur dipecahkan ke wajan panas memenuhi dapur yang terang di pagi hari. Sheilla berdiri di depan kompor dengan apron putih, memasak sarapan untuk keluarga—telur orak-arik, bacon, roti panggang, dan jus jeruk segar.Tap tap tap...Langkah kaki di tangga. Pak Arman turun dengan wajah segar mengenakan kaus polo dan celana santai—penampilan yang jarang terlihat karena biasanya ia sudah berjas sejak pagi untuk pergi ke kantor."Wah, bau masakannya bikin laper," ucap Pak Arman sambil memeluk Sheilla dari belakang.Sheilla tersentak sedikit—tidak terbiasa dengan sentuhan spontan seperti itu dari suaminya."Kamu bangun pagi sekali," kata Sheilla sambil berusaha terdengar ceria.Pak Arman mencium pipi Sheilla sekilas."Iya dong. Aku kan lagi cuti. Mau maksimalin waktu sama keluarga."Seta turun dengan wajah sumringah."Wah, Papa bangun pagi! Ini mujizat!" candanya sambil duduk di meja makan.Pak Arman tertawa."Papa mau berubah jadi lebih baik. Mulai sekarang,
ปรับปรุงล่าสุด : 2025-11-10 อ่านเพิ่มเติม