Bzzt! Bzzt! Bzzt!Ponsel Sheilla bergetar keras di atas meja studio. Layar menampilkan nama “Maya” dengan huruf tebal. Sheilla meraihnya dengan tangan yang sedikit gemetar—ada firasat buruk di dadanya.“Halo?”Suara Maya terdengar mendesak dari seberang—tanpa basa-basi, langsung ke inti.“Sheilla, kita harus ketemu. Sekarang. Ini penting banget.”Jantung Sheilla berdegup kencang, tak karuan.“Ada apa? Kenapa suaramu—”Maya memotong cepat.“Jangan di telepon. Kafe Kopi Keliling, lima belas menit lagi. Aku tunggu.”Pip!Sambungan terputus sebelum Sheilla sempat bertanya lebih lanjut.---Kafe Kopi Keliling—kafe kecil berinterior industrial di kawasan dekat kantor Sheilla. Suasana sore itu cukup ramai, dipenuhi pekerja kantoran yang sedang beristirahat.Sheilla datang dengan napas tersengal, separuh berlari dari parkiran. Matanya menelusuri kerumunan, mencari sosok Maya.Maya duduk di meja paling pojok, wajahnya serius. Tak ada senyum, tak ada sapaan ringan.Tap tap tap...Sheilla berjal
ปรับปรุงล่าสุด : 2025-11-14 อ่านเพิ่มเติม