Meyra menggeleng cepat mendengar perkataan Glen."M-Mas, jangan di sini. Kita ke tempat tidur lagi, ya?" pintanya dengan nada tersengal, ketakutan.Namun bukannya menurut, Glen malah menggerakkan pinggulnya kembali. Miliknya yang keras dan tebal itu keluar masuk dalam tubuh Meyra, dengan ritme yang stabil."Mas, tunggu .… Ah!" Meyra refleks menggigit bibir bawahnya, menahan desahan yang hendak keluar."Kenapa ditahan? Evan nggak bakal bisa dengar dari sini. Jangan takut," bisik Glen mendekat padanya.Meyra bersikeras menahannya. Di tengah ketakutan sekaligus rasa bersalah yang aneh, tak bisa dipungkiri ia tak bisa melawan kenikmatan yang Glen berikan.Tatapan Meyra kembali ke bawah, di mana Evan berada. Pria itu masih di sana. Hingga tak lama kemudian, muncul sosok wanita dari pintu gerbang. Dia tampak familier.‘Itu, Erina kan? Kenapa dia bisa ke sini?’ batin Meyra heran.Di bawah sana, Evan yang tergeletak di kursi taman dihampiri Erina yang terkejut melihat kondisinya."Ya ampun, Ma
Read more