“Hai, Meilissa. Benarkah ini kamu?”Seorang wanita berpostur keibuan menghampiri mereka dengan langkah cepat, lalu langsung memeluk Meilissa dengan hangat. Pelukannya erat seperti kawan lama yang baru berjumpa setelah sekian lama.“Oh—ehem, hai,” gagap Meilissa. Matanya refleks melirik ke arah Lionel, yang tampak sama terkejutnya dengan dirinya.Sebelum Meilissa sempat berkata apa pun lagi, wanita itu sedikit menjauh, tapi tatapannya tidak lepas dari wajah Meilissa. Senyum hangat mengembang di bibirnya.Dia memandang Meilissa dari ujung kepala hingga kaki, lalu mencubit pipi gadis itu dengan gemas, persis seperti seorang ibu pada putrinya sendiri.“Kamu cantik sekali. Tidak heran Dokter Lionel menyukaimu," celetuknya.Perempuan gemuk itu kemudian melingkarkan tangannya di lengan Meilissa dan menggandengnya tanpa canggung.Meilissa menoleh, menatap Lionel dengan raut penuh tanya.Lionel terkekeh pelan, sambil menggaruk kepalanya dengan sedikit canggung.“Margareth, kamu mengejutkan gadi
Dernière mise à jour : 2026-01-23 Read More