"Om, kita mau kemana?" tanya Meilissa untuk kesekian kalinya, tapi jawabannya masih sama.Lionel melirik sekilas, sorot matanya menggelap sesaat sebelum senyum tipis terukir di bibirnya. Tanpa menjawab, dia menggenggam tangan Meilissa dan mengecup punggungnya perlahan, menahan kecupan itu sejenak—seolah sengaja membiarkan kehangatan itu sebagai jawaban.Meilissa mengerjapkan mata, penasaran tapi juga senang dengan perlakuan seperti ini. “Om, serius deh," katanya. Meski sebal, tapi dia tidak bisa marah pada Lionel.Pertanyaan itu sudan dia lontarkan berkali sepanjang perjalanan, dan setiap kali pula Lionel hanya membalasnya dengan kecupan yang dalam dan mendebarkan.Sekarang pun, Meilissa tetap tidak mendapat jawaban. Lionel mengemudi dengan kecepatan sedang. Satu tangannya memegang kemudi, sementara tangan lainnya menggenggam tangan Meilissa.Menghela napas, Meilissa memalingkan wajah ke arah jendela—menyerah pada rasa penasarannya. Pohon-pohon berkejaran, mereka semakin jauh dari kot
Last Updated : 2026-01-18 Read more