Meilissa mengetuk pintu setelah sempat tertegun beberapa saat, namun pintu itu tetap tertutup rapat. Setelah menunggu, dia mencoba mengetuk lagi.“Liora? Ini Mei. Kita ngobrol, yuk,” panggilnya sambil menempelkan telinga ke daun pintu, berharap mendengar sesuatu—suara langkah, tarikan napas, atau apa pun dari dalam.Namun, tetap tidak ada jawaban.Perasaan tidak enak menyeruak di dadanya. Selama ini, Liora tidak pernah bersikap seperti itu padanya.Meilissa berdiri mematung, menatap pintu kayu itu. Dia menimbang-nimbang harus melakukan apa pada Liora, sementara berbagai pertanyaan berkelebat di kepalanya.Apa Liora tahu hubungannya dengan Lionel, lalu memilih diam karena marah?Kalau memang begitu, kenapa Liora tidak langsung menegur Lionel atau dirinya?Selama ini, Liora selalu terbuka—mudah mengungkapkan perasaanmya, entah suka atau tidak suka. Sahabatnya itu memang tipe gadis manja, tapi juga mudah memaafkan.Menghela napas, Meilissa mengetuk pintu sekali lagi, sebagai usaha terakh
Última atualização : 2026-01-11 Ler mais