“… kita akan lebih banyak menikmati liburan di atas tempat tidur. Bukankah itu liburan impianmu?” bisik Lionel, merujuk pada keinginan Meilissa untuk liburan semacam staycation.Setiap kata meluncur perlahan, sengaja diberi jeda kata demi kata. Lionel bahkan sengaja memberi tekanan pada setiap kata.Meilissa mendongak. Napasnya tertahan beberapa detik. Matanya melebar, sementara bibirnya sedikit terbuka, tiba-tiba lupa bagaimana caranya merangkai kata.Lionel tidak segera melanjutkan kata-katanya. Dia hanya menatap Meilissa. Sudut bibirnya terangkat samar ketika rona merah mulai merambat dari pipi Meilissa hingga ke lehernya. Reaksinya selalu sama, dan Lionel sangat menyukainya.Sorot mata malu-malu, pipi yang memerah, serta cara Meilissa menelan ludah tanpa sadar. Istrinya itu bagai buku yang terbuka—mudah terbaca.“Cantiknya istriku,” puji Lionel tulus, jarinya terangkat, mengarahkan dagu Meilissa agar wajah itu kembali sejajar dengannya."Heh?!" Meilissa mendongak sambil melotot,
Dernière mise à jour : 2026-01-31 Read More