“A-apa? Bagaimana?” tanya Meilissa terbata-bata.Lionel tersenyum tipis. Tatapannya melekat di wajah Meilissa, penuh kesabaran yang justru membuat perasaan Meilisssa terasa sesak."Kamu belum paham juga, hm?” ucapnya lembut. “Aku ingin menjadi kekasihmu.” Kalimat itu meluncur seperti anak panah yang melesat ke target dan menancap tepat di tengah.Beberapa saat waktu seakan terhenti bagi mereka, hingga Meilissa akhirnya mendongak, menatap Lionel dengan bibir setengah terbuka. Halaman belakang rumah Lionel yang indah, kalah dengan pesona pemiliknya.Om Lionel, kenapa kamu tampan sekali?' gumam Meilissa dalam hatiTanpa Meilissa sadari, Lionel memandangnya penuh cinta. Wajah bingung Meilissa tampak polos di mata Lionel, berbanding terbalik dengan yang bibir mungilnya yang sedikit terbuka terlihat seksi dan menggoda.Tangan Lionel terulur, menyelipkan rambut Meilissa ke belakang telinga. "Aku ingin bersamamu, Mei," katanya kemudian.Lionel heran sekali ada seorang gadis polos, tapi selalu
Última atualização : 2026-01-08 Ler mais