"Istri?!" Andini membulatkan matanya. Satria terkekeh. "Saya cuma becanda. Tapi, kalau kamu udah siap sih, aku seneng banget.""Apaan sih, bikin kaget aja.." ucap Andini, sambil mengerucutkan mulutkan. Ia takut Satria menagih janjinya waktu itu. Jujur, saat ini ia masih belum siap untuk menjalani pernikahan. Terlebih, status sosial antara dirinya dan Satria terlampau jauh. Selain takut ketahuan Siska, ia juga khawatir banyak orang yang menentang hubungan mereka. "Kok kaget sih? Ayolah, An... saya sudah tidak sabar untuk bisa bersama kamu setiap hari." tanya Satria, ia mulai merajuk. "Saya ingin disiapkan makanan, pakaian, atau hal lainnya dan disambut sama kamu setiap waktu. Bukan hanya di kantor, An..." lanjutnya. Andini terkekeh. "Masa sih? Bukannya maksud kamu mau melakukan itu setiap waktu?"Satria nyengir, "Kalau itu sih nggak usah kamu tanyain lagi, kamu lebih paham dibandingkan diri saya sendiri." "Jadi, gimana? Karena saya harus segera mengurus kontrak kerja kamu, An."
Terakhir Diperbarui : 2026-01-12 Baca selengkapnya