"Bob!" panggil Satria melalui telpon. "Iya, Pak.""Segera cari tau alasan Andini berubah sikap kepada saya!" perintah Satria. Dengan suara tegas dan berat. "Baik, Pak!" jawab Bob. "Oh ya, Pak! Barusan saya sempat lihat Andini dan Dion di lobby." Ia memberi informasi. Tadi, ia sempat meminjam charger dari security yang ada di lobby untuk mengisi daya ponselnya. Tanpa sengaja, ia memperhatikan Andini dan Dion saat mereka ke luar dari lift. Sehingga, ia bisa menginformasikan apa yang ia lihat tadi kepada Satria. "Dion?""Iya, Pak. Kaki Andini sepertinya keseleo karena terpeleset saat ke luar dari lift." Bob menjelaskan. "Apa? Terus, gimana keadaan Andini sekarang?""Sepertinya sudah lebih baik, Pak. Karena tadi saya juga lihat dari kejauhan Pak Dion meminta kotak P3K ke receptionis dan memijat pergelangan kaki Andini."Satria mengepalkan tangan kanan dan menggertakkan gigi. Ia tidak rela tubuh Andini disentuh oleh laki-laki lain. Meski itu, hanya pergelangan kaki."Hem.. Apa Andi
Terakhir Diperbarui : 2026-01-03 Baca selengkapnya