"Yakin?" tanya Satria, memastikan. Andini mengangguk. Ia sangat yakin dengan keputusannya. "Baiklah kalau begitu." tutur Satria pasrah. "Ya udah, Ayah balik ke kantor gih!" perintah Siska. "Kan udah ada aku di sini.""Memang kamu bisa urus Andini sendirian?" tanya Satria, ragu. Siska mengerutkan kening. "Bisalah, Ayah! Lagian, Andini kan bukan bayi yang harus aku gendong-gendong..." Ia mengerucutkan mulutnya. Sebal dengan pertanyaan Satria yang seolah meragukan kemampuannya. "Lagian, kalau butuh makanan atau minuman, kan bisa pesan online. Zaman sekarang udah canggih Ayah, jangan dipersulit." lanjutnya. Alis Satria saling bertaut. 'Padahal aku cuma ngomong satu kalimat, tapi Siska jawabnya banyak banget.. Persis kayak Ibunya.' batin Satria. Sebenarnya, ia ingin sekali menemani Andini. Tapi, jika ia memaksa, Siska pasti akan curiga. "Baiklah, Ayah balik kantor dulu ya." ucap Satria, akhirnya. Dalam hati ia berharap Andini mencegahnya. Namun hal itu tidak akan mungkin terjadi
Terakhir Diperbarui : 2026-01-07 Baca selengkapnya