‘Oh, ya, ampun!!! Jangan sampai ketahuan, Di!’ pekik Diana dalam hati. Tubuhnya nyaris terhuyung ke depan seperti tadi saat Dhava membuka pintu. ‘Run … Diana, Run!’ pikirannya lagi berisik.Pintu itu makin lama makin lebar, dan sepasang mata karamel menyusur setiap sudut. Ketemu!Yang paling dekat, ya, ruang staf, meskipun jaraknya beberapa langkah. Mengandalkan kekuatannya dan sisa waktu yang dimiliki, Diana melompat ke samping dan menjebloskan diri ke ruangan itu. Detik itu juga pintu ruang praktik Dhava benar-benar terbuka lebar.Dari celah yang Diana sisakan sedikit, ia bisa melihat bayangan seseorang. Sudah pasti itu ibunya Renita.“Mami pergi dulu! Ingat perintah Mami.” Wanita paruh baya itu mengedarkan pandangan, seolah mencari-cari perempuan muda yang dijumpainya di ruang sang menantu.Dhava nyaris saja mendengkus, tetapi ia ingat yang dihadapinya adalah wanita tua keras kepala. Ia harus menahan diri.Wanita itu berkata lagi, kali ini lebih tegas, “Apa susahnya setia sama Renit
Last Updated : 2026-01-07 Read more