Diana menyeret langkahnya yang terasa sangat berat kala menuruni sisa anak tangga. Sekujur tubuhnya gemetar hebat tatkala pandangannya tidak bisa lepas dari sosok di samping Maharani yang kini tersenyum jumawa."Diana! Apa kabar, Sayang?" sapa Maharani begitu ramah, suaranya yang nyaring memecah keheningan sesaat di butik. "Tante udah lama nggak datang ke sini, ‘kan?""Tante ke sini datang sama Renita, mau cari baju baru," jelas wanita paruh baya itu lagi, sambil menggandeng erat lengan menantunya itu. "Padahal dia lagi sakit, tapi maksa mau ke sini."Maharani tertawa pelan.Meskipun masih mengumpulkan kesadarannya, Diana memaksa dirinya tersenyum tipis. "Iya, Tante Rani, Renita …. Udah lama nggak mampir,” sahut Diana pada akhirnya. Namun, seluruh fokusnya justru terpaku pada wanita yang tampak sehat, meskipun semalam nyaris mati.Renita mengangguk, raut wajahnya itu tampak manis dan kalem di depan ibu mertuanya. Mata hitamnya bahkan sengaja menatap sengit ke arah Diana, diikuti seg
Last Updated : 2025-12-30 Read more