“Mungkin tentang Dhava, Di.” Dirga siap menerima sambungan telepon itu. Namun sebelum itu terjadi, Diana cepat-cepat menahan lengan kakaknya.“Jangan, Bang. Mas Dhava pasti udah tahu aku nggak ada di rumah dan … minta tolong Om Darius cari aku. Jangan, ya, please,” pinta Diana, sepasang mata karamelnya berlinang.Melihat adik kesayangannya tampak rapuh dan ketakutan, Dirga mengabaikan panggilan suara itu, lalu memasukkan telepon genggam ke saku celana."Ya, sudah, kalau itu maumu. Sekarang kita masuk dulu, ada sup ayam kampung masih hangat. Kamu butuh tenaga," ujar Dirga lembut sambil merangkul bahu adiknya, menuntun Diana masuk.Dengan telaten Dirga menuangkan semangkuk besar sup ayam yang mengepulkan uap harum, lalu menyiapkan nasi putih hangat."Ini, habiskan," perintah Dirga sambil meletakkan mangkuk itu di hadapan Diana.Diana melotot melihat porsi di depannya. "Bang, ini kebanyakan. Lambung aku nggak sebesar itu.”Dirga menarik kursi dan duduk di hadapan Diana. "Kamu butuh kalor
Last Updated : 2026-02-09 Read more