"Berengsek!" Alaric memukul stir mobilnya berkali-kali karena memergoki istrinya bersama pria lain. Entah kenapa? Bukankah dia seharusnya senang karena menangkap basah Aruna berselingkuh dengan pria lain. Nyatanya, hatinya sama sekali tak tenang. Dia juga tak mengerti, kenapa dia jadi seperti ini. "Al, tenangkan dirimu? Kamu itu kenapa?" Luna mencoba menenangkan. Dari ekspresi dan tindakan Alaric kali ini, dia mengerti jika pria itu mulai menyukai Aruna. Tidak, dia tidak mau hal ini terjadi. Alaric harus jadi miliknya seorang, dan tak seorang pun boleh memilikinya. Apalagi Aruna, yang keluarganya tidak jelas dari mana asal usulnya. "Diam kamu! Jangan ikut campur urusanku." Luna menggerutu, lalu mencoba mengambil tangan Alaric untuk dia genggam. Nammun yang dilakukan pria itu justru menghempaskan tangan Luna begitu saja, hingga si empunya tersentak karea saking kasarnya Alaric menyentaknya. "Al, kamu—" "Siapa yang menyuruhmu menyentuhku. berengsek! Kau lupa, kita ini hanya p
Last Updated : 2025-12-04 Read more