Home / Romansa / Sentuhan Lembut Om Duda / CHAPTER 190: Kamu Cocok, Ra

Share

CHAPTER 190: Kamu Cocok, Ra

Author: Heiho
last update publish date: 2026-04-16 21:29:47

Sandra tak langsung bereaksi. Ia mematung, mencerna ucapan Rara sebaik mungkin.

Bukan wali resmi?

Mendadak, ia teringat dengan pernyataan perasaan Jefri waktu itu. Pria itu sama sekali tidak menutupi perasaannya ke Rara di depan Sandra.

Kalau ucapan Rara ini benar, pantas saja dia begitu. Meski Sandra rasanya masih tetap geli dengan pria itu.

“Maaf karena selama ini aku membohongi kakak,” ucap Rara yang menarik Sandra dari lamunannya, “Ada alasan pribadi aku melakukannya. Jadi, aku terpaksa
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 261: Pertanyaan Leo

    “Anda belum pulang, Tuan Leo?” tanya Merphilus, memecah pembicaraan. Ucapannya terdengar ramah, tapi nada suaranya tidak mengenakkan di telinga Leo.“Saya habis dari toilet,” balas Leo tenang.“Ah, kalau begitu, Nona Hani juga di sana?”“Tidak. Beliau sudah menunggu di mobil.”Merphilus hanya ber-hm pelan untuk menanggapi. Ia melangkahkan kakinya lagi, hendak masuk ke toilet. Sebelum suara Leo kembali menghentikannya.“Apa yang terjadi antara anda dan Nona Hani?”Merphilus kembali menoleh padanya. Tatapannya menajam.“Apa maksud anda?” tanyanya rendah.Leo menarik napas sejenak. Ia menatap lurus Merphilus dengan tatapan yang tak kalah sengitnya.Dipikirkan bagaimana pun, ucapan Liam tadi terasa mengganjal baginya. Merphilus mengalami mood buruk sehari setelah meeting besar. Sama seperti Hani yang muram di waktu yang sama. Hani tidak muram sampai meeting selesai dan melakuka

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 260: Kejanggalan

    “Pak direktur, Nona Hani dan Tuan Leo datang ke kantor.”Merphilus sontak mendongakkan kepalanya. Menghentikan aktivitas men-scroll ponselnya yang sedari tadi ia lakukan.Sudah beberapa hari ini, Liam mendapati bosnya itu suka bermain ponsel. Sebenarnya bukan hal yang aneh, mengingat Merphilus memang orang yang sibuk jadi sudah pasti banyak yang menghubunginya.Tapi, intensitasnya lebih tinggi dari biasanya. Dan ia hanya terlihat menscroll ponselnya sambil memasang wajah masam.Sekali waktu, Liam pernah tidak sengaja melihat layar ponselnya dan menemukan kolom pesan terpampang di sana. Itulah yang Merphilus sering lihat selama ini.Dengan kata lain, bosnya itu mungkin sedang menunggu pesan dari seseorang?Orang seperti apa yang membuat Merphilus begitu menantikan pesannya?Meski ia penasaran, tentu saja Liam tidak bisa menanyakannya. Pekerjaannya bisa langsung terancam.“Kenapa mereka tiba-tiba datang?” tanya Me

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 259: Merphilus dan Hani

    Hani bertambah muram. Itu yang Rara tangkap ketika melihatnya sekarang.Tapi … kenapa? Setelah meeting kemarin, dia masih terlihat baik-baik saja. Atau dia yang tidak memerhatikannya saja karena sibuk bertengkar dengan Jefri kemarin?‘Tidak. Aku yakin dia kemarin masih biasa saja,’ batin Rara meyakinkan dirinya. Ia menatap lamat-lamat Hani yang tengah berdiskusi dengan Jefri. Membahas kelanjutan programnya.Kemuraman itu sebenarnya tidak terlihat jelas di wajahnya. Hani berhasil menyembunyikannya dengan baik.Insting Rara lah yang mengatakan hal itu. Insting persahabatan selama bertahun-tahun. Haruskah ia mulai menanyakannya ke Hani? “Ada apa, nyonya Rara?”Rara tersentak. Kaget karena seseorang tiba-tiba menginterupsinya. Wanita itu segera menoleh dan melihat Leo menatapnya penasaran.“O-oh, kenapa tiba-tiba bertanya, om?” tanyanya tergagap. Masih dipenuhi rasa kaget.“Anda menatap nona Hani sangat serius,” balas Leo, “Apa ada sesuatu yang salah?”“Oh, tidak! Itu cuma—”Rara menela

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 258: Sekali Lagi

    “Tidak mau menginap lagi?”Tangan Hani yang sedang mengancingkan kemeja mendadak berhenti. Ia menatap pantulan Merphilus di jendela yang sedang berbaring miring di atas kasur.Hani menghela napas sejenak lalu menggeleng perlahan. Tangannya kembali bergerak mengancingkan kemeja.“Saya tidak ada izin untuk pergi malam ini,” jawab Hani tenang.“Anda bisa beralasan.”“Saya rasa itu bisa membuat mereka curiga. Lagipula, saya sendiri juga tidak punya alasan untuk menginap.”Merphilus mendengus pelan. Ia mengubah posisinya menjadi telentang. Tangan satunya menopang belakang kepalanya.“Baiklah kalau begitu,” ucapnya, “Padahal saya rasa akan menyenangkan kalau kamu menginap lagi.”Menyenangkan? Karena ia jadi bisa membayangkan bercinta bersama Rara sepanjang malam?Hani menarik sedikit sudut bibirnya. Hanya sepersekian detik sebelum bibirnya kembali berubah datar. Ia menyelesaikan kegiatan mengancingnya lalu ke

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 257: Setelah Ini

    “Kenapa diam saja? Anda seperti baru pertama kali kesini.”Hani menatap Merphilus yang menyeringai ke arahnya. Terlihat geli juga mengejek. Ia tidak menanggapi dan lanjut berjalan mendekati Merphilus.Merphilus mengangkat satu alisnya melihat Hani hanya diam. Matanya mengikuti langkah Hani yang mendekatinya.“Anda baik saja-saja?” tanyanya, “Apa terjadi sesuatu?”“Saya baik-baik saja,” balas Hani pelan.“Benarkah? Tidak ada bertemu Nona Grace tiba-tiba seperti waktu itu?”Hani menghela napas cukup kencang. “Tidak ada. Saya benar baik

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 256: Hani?

    Jefri dan Rara masih berdiam diri hingga di perjalanan pulang. Keduanya sudah berada di dalam mobil. Duduk bersisian dengan Jefri di kursi pengemudi dan Rara di sebelahnya.Suasana di antara mereka dingin. Berbeda dengan biasanya yang penuh kehangatan. Rara bahkan mengalihkan pandangannya ke jendela.Pasalnya setelah Hani pergi tadi, mereka tidak langsung menyelesaikan pertengkaran. Suasana masih panas dan Rara tahu pertengkaran tidak akan berakhir sebelum mereka mendinginkan kepala.Jadilah, ia mengajak Jefri untuk pulang terlebih dahulu. Siapa tahu mereka bisa lebih tenang setelah istirahat. Jefri menyetujuinya dan berakhirlah mereka dalam situasi ini.Rara memainkan jari-jemarinya di pangkuan. Ia sebenarnya merasa tidak nyaman dengan situasi canggung ini. Mungkin Hani benar kalau memang aneh untuk mereka bertengkar.Kapan terakhir kali mereka bertengkar? Sepertinya saat Rara bersikeras ingin melawan Rachel sendiri.

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 67: Dugaan Septa

    Alis Jefri mengernyit. Mata hitamnya menatap Rara lamat-lamat, tapi ia tetap memperdalam ciumannya. Suara kecipak basah dari ciuman mereka perlahan terdengar memenuhi ruangan. Rara memisahkan bibirnya ketika nafasnya mulai habis. Ia terengah-engah dengan mata sayu dan wajah memerah. Tap

    last updateLast Updated : 2026-03-24
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 68: Menyelamatkan Rara

    Rara menatap pantulan dirinya di cermin. Matanya masih terlihat membengkak meski sudah dikompres. Semalam dia memang kembali menangis setelah Jefri pergi dan itulah yang membuat matanya sangat bengkak pagi ini. Rara menghela napas. Setidaknya sudah tidak terlalu terlihat seperti sebelum

    last updateLast Updated : 2026-03-24
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 63: Rencana Rachel

    “Oh, iya. Sudah sembuh!” balas Rara. Rara buru-buru menaiki motor Septa agar percakapan barusan tidak berlanjut. Ia, tidak memerhatikan raut Septa yang berubah datar. “Ayo kita berangkat sekarang! Hani sama om Jefri pasti udah nunggu!” seru Rara ketika sudah di atas jok.Septa kembali tersenyum da

    last updateLast Updated : 2026-03-24
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 65: Gertakan Rachel

    “Urusan? Urusan apa?” tanya Hani. Ia bolak-balik memandang Rachel dan Rara.“Rara tidak bilang apa-apa dari tadi!” lanjut Hani dengan alis mengerut.

    last updateLast Updated : 2026-03-24
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status