Perahu angsa akhirnya kembali ke dermaga setelah hampir dua puluh menit berkeliling danau. Freya turun lebih dulu dengan langkah ringan, masih memegang tangan Mareeq.“Aku lapar,” katanya tiba-tiba.Raya tertawa kecil. “Tadi katanya masih kuat.”Freya mengangkat bahu kecil, seolah itu bukan masalah besar. “Sekarang lapar.”Mareeq melihat jam di tangannya. Matahari sudah cukup tinggi, dan keramaian taman hiburan semakin padat. “Baiklah,” katanya. “Saatnya makan siang.”Mereka berjalan menuju area restoran terbuka di dalam taman hiburan. Tempat itu dipenuhi meja-meja kayu panjang dengan payung besar di atasnya. Aroma makanan hangat seperti ayam panggang, kentang goreng, dan sup krim tercium dari berbagai kios.Freya langsung menunjuk meja kosong di dekat taman bunga kecil. “Di sana!”Mereka duduk mengelilingi meja itu. Freya duduk di samping Mareeq , sementara
Read more