Naomi terbangun dari tidurnya yang nyenyak. Dia melihat ke jendela kamar, matahari sudah sangat terik. Dia melihat ke arah jam di dinding, pukul 10.30. Dia terlalu lama tidur.Tubuhnya terasa berat. Taman hiburan, perjalanan malam, tangisan yang akhirnya keluar. Begitu kepalanya menyentuh bantal, ia hampir tidak ingat kapan tepatnya ia terlelap.Tidak lama kemudian, pintu kamar terbuka sedikit. “Naomi.” Suara Leon pelan membangunkannya. Naomi menggeliat kecil di bawah selimut.“Hmm…” gumamnya.“Bangun. Sarapan sudah siap.” tuturnya.Naomi membuka mata setengah saja. Rambutnya sedikit berantakan, wajahnya masih penuh rasa kantuk. Naomi mengerang pelan dan menarik selimut sampai dagu.Leon tertawa kecil dari pintu kamar. Beberapa detik kemudian Naomi akhirnya duduk juga di tempat tidur, mengusap wajahnya pelan. Tubuhnya terasa… pegal. Terutama kakinya.Naomi berjalan keluar kamar dengan
Read more