Sore hari datang lebih cepat dari yang Naomi sadari. Lampu-lampu kantor mulai terasa lebih hangat, layar-layar komputer satu per satu dimatikan. Suara percakapan berubah dari serius menjadi ringan.Naomi merapikan mejanya, mematikan komputer, lalu menarik napas pelan. Hari itu terasa… panjang.Tanpa banyak berpikir, ia mengambil tasnya dan berjalan keluar. Tidak ada yang ia tunggu lagi di ruangan itu. Lift tiba lebih cepat dari biasanya. Naomi masuk, berdiri di sudut, dan membiarkan pikirannya kosong selama perjalanan turun.Tidak ada nama yang ingin ia pikirkan. Tidak ada percakapan yang ingin ia ulang. Hanya… ingin menemui seseorang. Ding. Pintu lift terbuka.Naomi melangkah keluar, langkahnya langsung melambat. Di lobby, berdiri seseorang yang langsung ia kenali. Mareeq.Pria itu berdiri santai, satu tangan di saku, satu lagi memegang ponsel. Namun begitu melihat Naomi keluar dari lift, perhatiannya langsung terangkat. Tatapan mereka
Read more