Pukul sembilan pagi, divisi pemasaran sudah seperti pasar pagi yang dikasih WiFi . Rame, berisik, dan semua orang pura-pura sibuk saat atasan lewat. Naomi melihat sebuah undangan di atas mejanya. Dia membaca sekilas. Undangan pernikahan Fadlan.Naomi baru saja duduk sambil menyalakan komputer ketika Claudia berdiri dramatis di tengah ruangan.“Teman-teman!” katanya sambil tepuk tangan sekali. “Kita harus kasih hadiah nikahan yang bagus buat Fadlan.”Fadlan yang duduk di pojok langsung nyengir malu-malu sambil memeluk map presentasi seperti pengantin pria versi korporat.“Iya dong,” sahut Rio. “Masa cuma kasih amplop isi doa.”“Doa juga penting,” bela Fadlan.“Kalau doa doang, nikahnya di grup WhatsApp aja,” jawab Claudia cepat.Ruangan pecah ketawa. Claudia lalu menoleh ke arah Naomi.“Karena Naomi paling ngerti barang lucu dan estetik, kita transfer
Read more