Share

Setelah Badai

Author: NaoMiura
last update publish date: 2026-06-01 20:00:04

“Kalau ada sesuatu itu tanya dulu,” katanya lirih pada istrinya.

Rian kemudian menoleh cepat ke arah Naomi. “Maaf banget, Mbak Naomi.” Nada suaranya penuh rasa bersalah.

Naomi yang sejak tadi menahan emosi akhirnya menghela napas kecil. Ia bisa melihat sendiri kalau Rian benar-benar tidak tahu apa-apa. Pria itu bahkan terlihat lebih malu dibanding siapa pun di lobby sekarang.

"Saya maafkan, mas. Tapi tolong urus istrimu. Jangan sampai ada kejadian

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Bilur Bulir Bertaut   Kursi Penumpang yang Dipilih

    Sabtu menjelang siang, area parkir kantor sudah jauh lebih ramai daripada biasanya. Hari itu adalah hari pernikahan Fadlan. Karena lokasi gedung cukup jauh dari pusat kota, sebagian besar anggota tim sepakat berangkat bersama menggunakan beberapa mobil.Naomi datang tepat waktu. Ia mengenakan dress sederhana berwarna pink pastel dengan tas jinjing yang hanya memuat HP, membuatnya tetap terlihat rapi namun tidak berlebihan. Begitu tiba di depan kantor, ia langsung melihat beberapa rekan kerja sudah berkumpul. Flora melambaikan tangan."Naomi!"Naomi menghampiri. "Yang lain sudah berangkat?""Belum. Lagi bagi-bagi mobil."Naomi mengangguk. Matanya otomatis mencari sosok tertentu. Dan tidak sulit menemukannya. Mareeq sedang berdiri di dekat mobilnya sambil berbicara dengan beberapa anggota tim.Naomi tidak terlalu memikirkannya. Ia hanya tahu satu hal. Kalau berangkat bersama Mareeq, biasanya ia duduk di kursi depan. Bukan karena alasan khusus.

  • Bilur Bulir Bertaut   Kursi Masa Depan

    Hari Jumat selalu terasa berbeda. Suasana kantor lebih santai dibanding hari-hari lainnya. Beberapa orang bahkan sudah mulai membereskan meja kerja sebelum jam pulang tiba.Naomi mematikan komputernya sambil menghela napas lega. Minggu ini terasa panjang. Sangat panjang. Mulai dari proyek Gigantic, insiden di lobby, hingga rasa kesalnya pada Rahaal dan Claudia.Untungnya, hari ini berjalan cukup tenang. Besok mereka harus datang ke acara pernikahan Fadlan, tetapi setelah dipikir-pikir, lebih baik sekalian sore ini saja. Apalagi uang iuran dari tim sudah terkumpul semua.Saat Naomi berjalan di lorong, suara Mareeq terdengar dari belakang."Mau pulang?"Naomi menoleh. Mareeq sudah berdiri di belakangnya."Iya.""Bagus."Naomi mengernyit. "Bagus kenapa?""Biar aku ada teman."Naomi tertawa kecil. "Tapi, kita nggak bisa pulang bareng."Mareeq memandangnya datar. "Kenapa?""Aku mau cari kado buat Fadlan."

  • Bilur Bulir Bertaut   Pengingat yang Berbalik

    Naomi baru kembali ke kantor setelah makan siang bersama Mareeq. Kepalanya masih terasa berat setelah insiden di lobby tadi. Meskipun Mareeq sudah berhasil menenangkannya, rasa kesal dan lelah itu belum benar-benar hilang.Saat memasuki ruangan, Naomi langsung menuju mejanya. Namun langkahnya terhenti. Di atas meja kerjanya sudah ada satu kotak cake kecil dan segelas matcha latte dingin favoritnya. Naomi mengerjap."Ini apa?" gumam Naomi.Belum sempat bertanya, Flora yang sedang berdiri dekat printer langsung menghampiri dengan wajah penuh rasa ingin tahu."Nah, akhirnya datang juga."Naomi menunjuk cake di mejanya. "Ini siapa yang taruh?"Flora tersenyum. "Rahaal."Naomi terdiam beberapa detik. "Oh.""Cuma oh?"Naomi menarik kursinya lalu duduk."Mau bilang apa lagi?"Naomi memandangi minuman itu. Matcha kesukaannya. Bahkan mereknya pun benar. Naomi membuka sedotan untuk meminum matcha itu.Flora ik

  • Bilur Bulir Bertaut   Setelah Badai

    “Kalau ada sesuatu itu tanya dulu,” katanya lirih pada istrinya.Rian kemudian menoleh cepat ke arah Naomi. “Maaf banget, Mbak Naomi.” Nada suaranya penuh rasa bersalah.Naomi yang sejak tadi menahan emosi akhirnya menghela napas kecil. Ia bisa melihat sendiri kalau Rian benar-benar tidak tahu apa-apa. Pria itu bahkan terlihat lebih malu dibanding siapa pun di lobby sekarang."Saya maafkan, mas. Tapi tolong urus istrimu. Jangan sampai ada kejadian kayak gini lagi."Mareeq dan Rahaal menatap ke arah Naomi. Memastikan wanita itu baik-baik saja.Rian terus meminta maaf berkali-kali sebelum akhirnya membawa istrinya pergi dari lobby dengan wajah penuh rasa malu. Sementara resepsionis mulai kembali bekerja seolah tidak terjadi apa-apa.Setelah permintaan maaf Rian dan istrinya, suasana lobby perlahan kembali normal. Meski begitu, bisik-bisik kecil masih terdengar samar di beberapa sudut. Naomi berusaha mengabaikannya. Namu

  • Bilur Bulir Bertaut   Tuduhan di Jam Makan Siang

    Hari berikutnya berjalan biasa. Naomi menghabiskan pagi dengan revisi laporan dan dua kali meeting internal yang membuat kepalanya mulai pening sejak pagi. Sampai jam makan siang dimulai. Naomi baru saja keluar dari lift menuju lobby kantor sambil memeriksa pesan di ponselnya ketika ia melihat seorang wanita berdiri tepat di dekat sofa tunggu.Wanita itu mengenakan blouse biru. Ekspresinya tajam sejak pertama kali melihat Naomi keluar dari lift. Naomi melambat. Perasaannya langsung tidak enak. Begitu mata mereka bertemu, wanita itu langsung berjalan cepat menghampiri Naomi.“Kamu Naomi?”Nada suaranya tinggi. Beberapa orang di lobby langsung mulai melirik. Naomi mengernyit bingung.“Iya.”Wanita itu tertawa sinis kecil.“Oh jadi kamu orangnya.”Naomi belum sempat memahami situasi ketika wanita itu mendekat lagi dengan tatapan marah.“Kamu nggak malu ya?”Lobby mendadak tera

  • Bilur Bulir Bertaut   Sky Terrace dan Cheesecake

    Rabu pagi, kantor terasa jauh lebih tenang dibanding hari meeting sebelumnya. Tidak ada suasana tegang, tidak ada orang mondar-mandir membawa revisi mendadak, dan nama Gigantic akhirnya tidak terdengar setiap lima menit sekali. Naomi bahkan sempat merasa hari itu akan berjalan damai.Sampai sekitar pukul sebelas siang, Naomi mendapatkan pesan dari Killa bahwa dia ada di kantor dan menunggu di sky terrace. Naomi pun bergegas pergi menemuinya.Pria itu masih sama seperti biasanya. Rapi dengan kemeja berwarna navy. Begitu melihat Naomi, Killa langsung mengangkat map dokumen.“Titipan bos.”Naomi mengambil map itu sambil menyipit. “Kak Vino nyuruh kamu?”“Kalau nggak, ngapain aku pagi-pagi ke sini?”“Buat nyusahin hidup orang.”“Bisa juga.” ujar Killa sambil mengagguk.Naomi mendecak pelan, tapi sudut bibirnya mulai naik kecil. Killa memang salah satu dari sedikit orang ya

  • Bilur Bulir Bertaut   Kedok di Balik Kilau Sutra

    "Jangan menyiksa dirimu sendiri dengan tinggal bersama orang yang tidak kamu cintai, Nak. Kamu pantas mendapatkan yang lebih baik," ujar Mama lembut namun tegas.Naomi menghela napas panjang, membiarkan uap hangat dari ruangan itu menyelimuti wajahnya. Ia memutuskan untuk sedikit membuka c

  • Bilur Bulir Bertaut   Deep Talk

    Kehadiran wanita di lobi Legacy menciptakan riak penasaran di seluruh ruangan. Ia berdiri dengan postur sempurna, mengenakan setelan silk berwarna earth tone yang memancarkan aura kelas atas yang tenang. Tak ada satu pun orang di kantor itu yang menyadari bahwa wanita elegan tersebut adalah mama

  • Bilur Bulir Bertaut   Topeng di Balik Senyum

    Udara di sky terrace siang itu terasa sejuk, kontras dengan hiruk-pikuk lantai kantor yang baru saja ditinggalkan Naomi. Ia duduk di salah satu kursi kayu panjang, kedua tangannya melingkari kaleng berisi matcha dingin yang baru saja ia beli dari vending machine.Pandanga

  • Bilur Bulir Bertaut   Hak untuk Menjadi Rapuh

    Vino bangkit dari kursinya, lalu menarik tangan adiknya agar ikut berdiri. Ia sengaja mengabaikan map hitam itu sejenak, seolah ingin memberikan ruang bagi Naomi untuk bernapas."Sudah, jangan dipikirkan lagi. Map ini urusan belakangan," ucap Vino sambil merapikan jasnya yang kini tampak s

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status