首頁 / Young Adult / Bilur Bulir Bertaut / Professional Distance

分享

Professional Distance

作者: NaoMiura
last update publish date: 2026-05-28 20:00:01

Vino menyipit tipis. Tatapan yang seolah mengatakan kamu sengaja. Naomi membalas tatapan itu tanpa rasa bersalah sedikit pun. Tentu saja sengaja. Keluarga mereka semua tidak bisa minum kopi pahit.

Sekarang, melihat kakaknya berusaha mempertahankan wibawa di depan satu ruangan sambil menahan rasa pahit membuat Naomi hampir tertawa.

“Pak Vino mau diganti minumannya?” tanya Claudia hati-hati.

Vino masih menatap Naomi beberapa detik sebelum akhirnya menjawab tenan

在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Bilur Bulir Bertaut   Booth Bazaar

    Mareeq keluar dari ruangannya dan berjalan ke depan meja Naomi."Naomi, ikut aku ke area bazar, ya. Aku mau lihat persiapan booth." ujar Mareeq.Naomi yang sedang memeriksa dokumen langsung mengangguk. "Baik."Belum sempat berdiri, Claudia yang mendengar percakapan itu segera menoleh. Mareeq lalu menatap ke arah Claudia."Claudia juga ikut." ucap Mareeq tegas.Claudia tersenyum lega. Mareeq masih mengajaknya untuk ikut dalam pekerjaannya. Claudia menganggap Mareeq masih mengandalkannya."Booth kita di Hall B, dekat pintu samping. Katanya backdrop-nya sudah dipasang," katanya.Claudia langsung mengangguk semangat. "Bagus. Aku mau lihat apakah warna backdrop-nya sesuai desain yang kita kirim atau tidak."Sejujurnya Naomi tidak terlalu antusias melihat booth. Bekerja bersama Claudia kadang membuatnya lelah. Dia harus menahan diri dengan Mareeq. Terkadang ada hal-hal yang dilakukan Claudia seperti menyerangnya secara halus.

  • Bilur Bulir Bertaut   Aroma yang Berbeda

    Hari Senin selalu datang terlalu cepat. Rasanya baru kemarin kejadian menangkap buket bunga. Lalu, Naomi duduk di bangku taman sambil makan siomay bersama Killa. Sekarang ia sudah kembali berada di depan layar komputer dengan daftar pekerjaan yang terasa tidak ada habisnya.Pagi itu suasana kantor jauh lebih sibuk dari biasanya. Beberapa proyek sedang berjalan bersamaan dan semua orang terlihat bergerak cepat sejak jam kerja dimulai. Tim pemasaran terlihat mondar-mandir sejak pagi.Naomi baru saja keluar dari ruang meeting ketika melihat dua orang berjalan melewati koridor. Bahkan Flora yang biasanya masih sempat bergosip sebelum jam sembilan kini terlihat serius menatap layar monitornya.Naomi selesai dari meeting ketika melihat dua sosok yang cukup dikenalnya. Leon dan Maya. Mereka berjalan berdampingan dari arah lift. Maya sedang menjelaskan sesuatu sambil menunjuk di beberapa dokumen. Leon mendengarkan sambil sesekali mengangguk.Naomi memperlambat la

  • Bilur Bulir Bertaut   Siomay

    Minggu pagi. Naomi membuka mata perlahan saat sinar matahari masuk melalui celah tirai kamarnya. Ia berguling ke samping. Lalu matanya tertuju pada sesuatu yang berdiri di atas meja. Buket bunga.Buket yang kemarin diberikan Mareeq setelah insiden lempar bunga yang memalukan itu. Naomi menatapnya beberapa detik. Kemudian menarik selimut hingga menutupi sebagian wajahnya."Kenapa aku bawa pulang sih..."Meski begitu, ia tidak memindahkannya. Buket itu tetap berada di sana.Beberapa saat kemudian Naomi sudah bersiap pergi. Hari ini ia berencana mengunjungi rumahnya. Meski semalam kakaknya sudah memberi tahu bahwa pagi hari ia akan pergi ke gym terlebih dahulu. Artinya saat Naomi sampai nanti, rumah kemungkinan masih kosong.Naomi tetap berangkat karena hari Minggunya tidak ada rencana lain. Dia berencana bermalas-malasan dengan kakaknya. Ia pun memesan ojek mobil.Perjalanan berlangsung lancar hingga kendaraan memasuki area dekat kompleks peru

  • Bilur Bulir Bertaut   Kesalahpahaman

    Beberapa menit setelah insiden buket yang sangat memalukan itu, rombongan tim pemasaran akhirnya keluar dari gedung. Naomi masih membawa buket bunga tersebut. Awalnya ia ingin meninggalkannya di meja. Namun Flora memaksa."Kamu harus bawa.""Kenapa?" tanya Naomi."Karena itu hasil perjuangan.""Itu hasil salah tempat.""Itu tetap hasil." eyel Flora. "Lagi pula kan Mareeq sudah memberikan padamu."Setelah dipikir lagi, benar Mareeq yang memberikan bunga ini. Jadilah sekarang Naomi berdiri memegang buket yang terus membuatnya teringat pada sorakan memalukan tadi. Beberapa rekan kerja masih berada di dalam.Setelah berpamitan kepada Fadlan dan istrinya, mereka satu per satu keluar dari gedung. Ada yang ke toilet. Ada yang mengambil barang. Ada juga yang masih mengobrol dengan Fadlan.Rombongan yang tidak ada tujuan lagi pun menunggu di area depan gedung.Naomi berdiri di dekat tangga bersama Flora. Sementara Mareeq berdiri

  • Bilur Bulir Bertaut   Buket Bunga

    Sebelum rombongan tim pemasaran memutuskan pulang, pembawa acara tiba-tiba mengumumkan satu sesi terakhir. Informasinya khusus untuk tim pemasaran."Baik, para tamu wanita yang belum menikah, silakan berkumpul di depan panggung untuk sesi lempar buket!"Suasana langsung ramai. Beberapa tamu wanita tertawa. Banyak yang langsung berdiri dan bersemangat mengikuti acara. Sebagian lain langsung mundur.Di meja tim pemasaran, Flora langsung berdiri. "Ayo!"Naomi yang sedang minum langsung menggeleng. "Tidak.""Ayo." Flora langsung menarik lengan Naomi. "Kamu harus ikut.""Kenapa?" tanya Naomi."Karena seru. Itu tradisi bagi wanita yang belum menikah agar bisa segera menikah.""Itu bukan tradisiku dan aku tidak ingin segera menikah." ujar Naomi.Flora mengabaikannya. Dia tetap menyeret Noami untuk ikut berebut buket bunga.Tak jauh dari sana, Claudia juga berdiri. Begitu mendengar ada lempar buket, entah kenapa semangatn

  • Bilur Bulir Bertaut   Obrolan di Meja Tamu

    Mereka pun berfoto bersama pengantin. Kemudian mereka menuju area makan. Rupanya beberapa eja sudah disiapkan untuk tim marketing.Area meja bundar di bagian belakang gedung cukup lengang. Tim pemasaran berhasil menguasai satu meja besar. Begitu duduk, suasana langsung ramai.Topik pembicaraan berpindah-pindah mulai dari pekerjaan, pernikahan Fadlan, hingga cerita masa kuliah yang entah bagaimana selalu muncul setiap kali ada acara seperti ini. Naomi duduk di antara Flora dan salah satu anggota tim lainnya.Sementara Mareeq berada tepat berhadapan dengannya. Claudia tentu saja memilih kursi yang dekat dengan Mareeq. Pilihan yang tidak mengejutkan siapa pun.Di tengah obrolan, Naomi memperhatikan pasangan pengantin yang masih sibuk menyambut tamu. Ada sesuatu yang hangat dalam suasana seperti ini. Melihat dua orang memulai hidup baru bersama. Melihat keluarga mereka tersenyum. Melihat teman-teman berkumpul untuk merayakan hari penting.Tanpa sadar p

  • Bilur Bulir Bertaut   Traktir

    Pintu kaca berbunyi klik saat Naomi melangkah masuk ke ruangan. Ia mengenakan kemeja berwarna pastel yang membuatnya tampak lebih segar dari biasanya. Baru saja ia meletakkan tas di kursinya, sebuah suara ceria menginterupsi ritual pagi itu."Selamat ulang tahun, Naomi!" seru Flora sambil

  • Bilur Bulir Bertaut   Buket Mawar

    Pintu apartemen berbunyi klik halus. Naomi disambut oleh keheningan yang berbeda. Bukan sunyi yang hampa, melainkan suasana yang sengaja diciptakan. Lampu ruangan tidak menyala. Satu-satunya sumber cahaya berasal dari pendar temaram di area dapur."Leon?" panggil Naomi lirih. Ia melepas se

  • Bilur Bulir Bertaut   Privat Room

    Papa berhenti merapikan serbetnya. Ada jeda singkat, hampir tak terlihat. Namun, cukup untuk membuat Naomi menyadarinya. Papa mengangkat wajah, senyumnya tetap tenang.“Ada orang lain yang akan bersama kita”.Kalimat itu menggantung di udara. Vino melirik Naomi sekilas, lalu kembali

  • Bilur Bulir Bertaut   Obrolan Pagi Hari

    Aroma kopi hangat memenuhi rumah ketika Naomi melangkah keluar dari kamar. Rambutnya masih sedikit berantakan, terurai tanpa usaha, daster tidurnya jatuh longgar mengikuti tubuh, tampilan pagi yang jujur dan apa adanya. Ia berhenti mendadak di ambang ruang makan.Kakaknya ada di sana. Dudu

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status