/ Young Adult / Bilur Bulir Bertaut / Gosip Tim Sebelah

공유

Gosip Tim Sebelah

작가: NaoMiura
last update 게시일: 2026-08-14 20:00:50

Beberapa saat kemudian, tanpa menghentikan bacaannya, Mareeq melirik ke arah kaca jendela di sisi penumpang. Dari pantulan samar di kaca, ia melihat sepasang mata yang kini sudah terbuka. Sudut bibir Mareeq terangkat membentuk senyum kecil. Mareeq menyelesaikan ayat yang sedang dibacanya terlebih dahulu. Baru setelah itu ia menutup aplikasi di ponselnya dan menoleh langsung ke arah Naomi.

"Sudah bangun?"

Naomi tersenyum tipis, masih memeluk jaket yang menyelimutinya. "Maaf... ak

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Bilur Bulir Bertaut   Gosip Tim Sebelah

    Beberapa saat kemudian, tanpa menghentikan bacaannya, Mareeq melirik ke arah kaca jendela di sisi penumpang. Dari pantulan samar di kaca, ia melihat sepasang mata yang kini sudah terbuka. Sudut bibir Mareeq terangkat membentuk senyum kecil. Mareeq menyelesaikan ayat yang sedang dibacanya terlebih dahulu. Baru setelah itu ia menutup aplikasi di ponselnya dan menoleh langsung ke arah Naomi."Sudah bangun?"Naomi tersenyum tipis, masih memeluk jaket yang menyelimutinya. "Maaf... aku nggak sengaja ketiduran.""Tidurmu nyenyak."Naomi mengangguk pelan."Lama?" tanya Naomi."Hampir setengah jam."Naomi tampak sedikit malu. Dia pun menyadari jaket yang menyelimutinya. Dia teringat dengan jaket Mareeq yang masih dia bawa dan belum sempat dikembalikan.Naomi mengangkat jaket itu untuk menunjukkan pada Mareeq. "Baunya bikin nyaman.""Mau dibawa?" Mareeq menawari."Aku sudah membawa satu.""Bawa satu lagi tidak masala

  • Bilur Bulir Bertaut   Lantunan

    Mareeq menatapnya tenang. "Kalau semua pekerjaan di kantor selesai hari ini. Apa masalahmu juga selesai hari ini?"Naomi tidak mampu menjawab."Kalau kamu menyelesaikan semua pekerjaan dalam satu hari. Besok pagi kamu tetap bangun dengan kenyataan yang sama. Akan ada pekerjaan lain yang menanti"Keheningan memenuhi mobil. Naomi tetap diam di tempatnya. Mareeq kembali berkata dengan nada yang jauh lebih lembut."Menyibukkan diri itu bukan solusi. Itu cuma pelarian. Dan pelarian tidak pernah menyelesaikan masalah. Belum tentu badanmu sanggup meski otakmu mengatakan sanggup."Naomi menutup mata sesaat. Ucapan itu terasa menohok. Karena jauh di dalam hatinya ia tahu Mareeq benar.Selama beberapa minggu terakhir, ia memang sengaja memenuhi harinya dengan pekerjaan. Bukan karena pekerjaannya bertambah. Melainkan karena ia tidak ingin memiliki waktu untuk berpikir. Ya, Naomi memang sedang berusaha lari.Mareeq melanjutkan, "Aku sudah berjanj

  • Bilur Bulir Bertaut   Di Mobil yang Sama

    Lampu-lampu jalan mulai menyala, memenuhi jalanan kota yang perlahan dipadati kendaraan pulang kerja. Beberapa menit berlalu. Baru setelah mobil memasuki jalan utama, Mareeq memecah keheningan."Lapar?"Naomi menoleh. "Hm?""Aku belum sempat makan." ujar Mareeq.Naomi menghela napas kecil. "Aku sedang tidak ingin makan.""Bicara bisa sambil makan. Hari ini pengin makan apa?" tanya Mareeq tidak peduli apa yang dikatakan Naomi.Naomi berpikir beberapa detik. Ia menatap keluar jendela. Mareeq mengetukkan jarinya pelan di setir. Ia kembali melirik Naomi."Kalau aku yang pilih, nanti nggak boleh protes."Naomi menoleh. Dia langsung bisa menebak. Pilihan yang dimaksud Mareeq pasti bukan tempat makan biasa. Selama mengenalnya, pria itu selalu memilih restoran yang tenang, pelayanannya bagus, dan tentu saja mahal.Naomi menggeleng pelan. "Jangan.""Kenapa?" tanya Mareeq."Aku lagi nggak pengin masuk restoran."

  • Bilur Bulir Bertaut   Penjelasan

    Naomi berjalan melangkah ke ruang HR. Dia berdiri beberapa saat di depan pintu ruang HR. Tangannya terangkat, lalu mengetuk pelan."Silakan masuk." ujar ibu Sinta dari dalam ruangan.Naomi membuka pintu. Di dalam, Manajer HR sedang memeriksa beberapa berkas. Begitu melihat Naomi, wanita itu tersenyum ramah."Silakan duduk, Naomi. Ada yang bisa saya bantu?" Ibu Sinta mempersilakan Naomi.Naomi duduk perlahan. "Saya ingin menanyakan alasan kenapa saya dikeluarkan dari proyek Gigantic."Manajer HR menutup map di hadapannya. "Saya sudah menduga kamu akan datang."Naomi menunggu dengan sabar."Keputusan itu bukan karena performamu."Naomi sedikit lega mendengarnya."Justru hasil evaluasimu sangat baik." pujinya."Lalu kenapa?" tanya Naomi.Manajer HR menyandarkan punggungnya ke kursi."Beberapa hari lalu, Pak Mareeq menyampaikan bahwa beban kerja kamu sudah terlalu tinggi. Dan kamu dalam keadaan yang tida

  • Bilur Bulir Bertaut   Alasan

    Suasana kantor kembali ramai setelah akhir pekan. Para karyawan berlalu-lalang membawa dokumen dan secangkir kopi. Sementara layar besar di area kerja menampilkan jadwal rapat hari itu.Naomi datang lebih awal. Ia mengenakan blazer krem dengan kemeja putih, rambutnya diurai rapi. Begitu meletakkan tas di mejanya, ia langsung menyalakan komputer dan memeriksa kembali pekerjaan untuk hari ini. Pekerjaan utama hari ini adalah meeting dengan Gigantic.naomi datang pagi agar dia bisa mempelajari materi meeting dan menyempurnakan laporan. Setidaknya bekerja membuat pikirannya tidak terus memutar persoalan yang sedang dihadapinya. Dia sangat butuh pelarian.Tak lama kemudian, pintu ruangan milik Rahaal terbuka. Rahaal melangkah keluar sambil membawa dokumen. Ia menatap ke arah beberapa anggota tim. Lagi-lagi pria itu melewati pandangan Naomi."Meeting Gigantic sekarang."Beberapa karyawan langsung berdiri, mengambil laptop dan buku catatan masing-masing.

  • Bilur Bulir Bertaut   Bahasa Jawa

    Killa menyentuh kepala Naomi dan mengusapnya. "Baiklah. Katakan. Ngidam apa kamu sekarang? Aku akan memenuhi permintaanmu."Naomi menoleh ke arah Killa. Terlihat sekali matanya merah menahan air mata meskipun bibirnya terlihat tertawa."Aku nggak salah denger?" tanya Naomi."Nggak. Aku sungguh-sungguh." jawab Killa tanpa keraguan. "Asal bukan sesuatu yang mahal."Naomi diam sebentar dan memikirkan sesuatu. Dia terpikirkan sesuatu. Killa adalah campuran Betawi dan Sunda. Akan terasa lucu jika dia berbicara dengan bahasa Jawa.Naomi melihat sekeliling dan mencari seseuatu. Dia melihat kearah jalanan. Di kejauhan, seorang bapak tua tampak berjalan perlahan sambil memikul dua keranjang bambu di kedua ujung pikulannya. Di dalam keranjang itu tersusun berbagai buah, tetapi yang paling banyak adalah salak."Itu." tunjuk Naomi.Killa mengikuti arah telunjuk Naomi. "Salak?""Iya."Killa terkekeh. "Oke."Ia hendak mel

  • Bilur Bulir Bertaut   Traktir

    Pintu kaca berbunyi klik saat Naomi melangkah masuk ke ruangan. Ia mengenakan kemeja berwarna pastel yang membuatnya tampak lebih segar dari biasanya. Baru saja ia meletakkan tas di kursinya, sebuah suara ceria menginterupsi ritual pagi itu."Selamat ulang tahun, Naomi!" seru Flora sambil

  • Bilur Bulir Bertaut   Jagung Bakar

    Mereka sampai di depan mobil Mareeq yang terparkir di bawah bayangan pohon besar. Mareeq membukakan pintu untuk Naomi. Sebuah gestur sederhana namun terasa sangat protektif bagi Naomi. Setelah itu, Mareeq berjalan mengitari sebagian badan mobil dan masuk ke kursi pengemudi dan menyalakan mesin. C

  • Bilur Bulir Bertaut   Masa Lalu

    “Seseorang yang aku kenal,” jawab Naomi, nadanya dibuat seringan mungkin. “Kebetulan dia ada urusan di kantor, jadi kami bicara sebentar.”Ia segera mengalihkan topik, cepat, dan tanpa jeda. “Mau makan di mana kita? Aku sudah lapar.”Leon menatapn

  • Bilur Bulir Bertaut   Samar

    Sudah 30menit tidak ada satu pun yang menyampaikan ide. Sepertinya mereka tidak bisa memikirkan apapun. Bahkan beberapa dari mereka terdengar menggerutu.Naomi mengangkat tangannya. Seluruh orang yang ada di ruangan memandangnya. Termasuk Mareeq, dia menatap Naomi lekat-lekat."Baga

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status