“Yakin nggak mau saya antar sampai rumah? Sekalian saya bicarakan niat saya untuk menikahi kamu.” Damian sudah bertanya berulang kali akan hal itu. Dan, jawaban Jasmine masih sama. Seperti yang Damian katakan tadi, kini mereka sudah berada di daerah rumah Jasmine. Jasmine yang melarang Damian untuk mengantarnya tepat sampai di depan rumah. Jalanan rumah Jasmine terasa sangat lenggang. Mungkin karena sudah cukup larut, sehingga hanya beberapa kendaraan yang lewat. “Nggak perlu! Mereka juga udah tidur!” Jasmine merengut kesal. Kemudian, membuka seatbeltnya. Damian menoleh, mengamati wajah Jasmine yang ditekuk itu. “Makasih tumpangannya!” Tanpa menatap Damian, Jasmine hendak keluar. Namun, di luar dugaannya, Damian justru menarik lengannya. “Ap—”Damian membungkam Jasmine dengan bibirnya. Pria itu sudah mencoba menahan diri sejak Jasmine datang. Namun, j
Huling Na-update : 2025-12-05 Magbasa pa