"Nya, pesan minuman lagi! Kenapa... malah bawa aku pulang!" Jasmine terus meracau tak jelas. Malam semakin merangkak menuju penghujung hari. Angin malam menyapu kulit, menambah sensasi dingin yang semakin kerasa menusuk tulang. Namun, bukannya langsung pulang, Jasmine dan Anya justru bertahan di tempat parkir. Bukan karena keinginan Anya, melainkan Jasmine. Jasmine malah berjongkok di samping sebuah mobil mewah berwarna hitam. Lengannya melingkar di lutut, sesekali dagunya tertunduk hampir mengenai dada, jemarinya memeluk celana jeans sebagai penyeimbang agar tubuhnya tak limbung. Matanya sebentar-sebentar membulat sayu, lalu berkedip lambat dan pandangannya cukup buram serta kurang fokus. "Udah malam, Kak. Kak Jasmine juga udah teler begini." Anya terlihat kesusahan mengangkat tubuh Jasmine. Satu tangan Jasmine terangkat. Lalu bergerak perlahan-menolak usul Anya. "Nggak Anya. Aku mau tetap di sini." Tawa sumbang terdengar, disertai dengan racauan yang semakin tidak jelas. Kem
Last Updated : 2025-12-26 Read more