Nggak mungkin, Mas. Jangan bercanda!” Jasmine terkekeh, menyembunyikan hatinya yang sedang diliputi resah. Damian tidak percaya begitu saja. Sudut matanya berkedut samar, mengamati detail wajah Jasmine yang buru-buru menghindari pandangannya. Jasmine merasa sedang dikuliti habis-habisan. Melihat piring Damian yang sudah bersih Jasmine pun berinisiatif untuk merapikan meja makan. Kemudian, beranjak dari kursi. “Mas sudah selesai? Sini biar aku yang cuci.” Damian tidak menjawab. Ia juga tidak bergerak memberikan piringnya kepada Jasmine. Jasmine berdehem, merasa tenggorokannya kering karena gugup. “Renan! Cepetan. I'm ready!” Suara melengking Maurin terdengar. Tak lama setelah itu, Maurin muncul. Ia mendekati Damian. Kemudian, mendaratkan kecupan di pipi pria itu.“Aku duluan, Sayang!” pamit Maurin yang hanya dibalas anggukkan oleh Damian. Sebelum pergi, Maurin juga melambaikan tangan pada Jasmine. “Bye, Jasmine! Pinjam Kakakmu dulu, ya!” Jasmine yang masih kaget dengan kemesra
Last Updated : 2025-11-30 Read more