“Menikah sama Mas?” Jasmine tercengang. Namun, tak lama setelahnya ia malah tertawa pelan. “Bercanda, ya?”Damian meraih tangan Jasmine. Menggenggamnya dengan hangat. Berusaha meyakinkan Jasmine bahwa ia tidak pernah bercanda dengan ucapannya. Jasmine menelan ludahnya dengan kasar. Bohong jika ia tidak merasa gugup sekarang. Menikah dengan Damian? Ah, terlalu berlebihan khayalannya sekarang. “Saya kurang serius di mata kamu, ya?” Tanya Damian, tatapannya begitu lekat. Jasmine jadi salah tingkah. Apalagi pandangan Damian seperti mengulitinya saat ini. Ia yakin, kalau tangannya tidak langsung digenggam Damian, pasti sudah dingin itu. “Kenapa harus aku?” Damian menarik napasnya dalam, lalu ia hembuskan perlahan. Posisi mereka yang saling berhadapan membuat Jasmine bisa melihat jelas wajah tegas Damian. “Saya perlu menikah dengan orang yang sudah saya kenal. Saya tahu kamu akan bisa saya andalkan dalam pernikahan ini.”Dan… dengan masalah yang kamu hadapi, saya yakin ini satu-sat
Last Updated : 2025-12-05 Read more