Suara tawa dari pengeras suara telepon genggam itu mendadak terputus, menyisakan bunyi dengung panjang yang monoton.Deggg...Napas Brian tercekat di tenggorokan, matanya menatap kaku ke arah layar gawai yang baru saja menggelapkan seluruh sistem komunikasi Kuningan."Jess, be-beneran tadi itu suara Kalila Baskoro?" tanya Brian, suaranya gemetar dengan pupil mata melebar sempurna karena panik.Jessy tidak langsung menjawab, jemarinya yang lentik masih gemetar halus saat memegangi tepi meja kerja jati."Nomor satelitnya terenkripsi dari jaringan privat Singapura, Brian, ta-ta-tapi bagaimana mungkin dia bisa muncul sekarang?" bisik Jessy, wajahnya pucat pasi menahan beban kebingungan.'Sialan, urusan klaim biometrik anak belum beres, sekarang kakak perempuan yang hilang malah ikut mengunci brankas,' keluh Brian dalam batinnya.Kini, Brian bergerak satset menghampiri meja server utama untuk memeriksa kembali aktivitas pemutakhir
Last Updated : 2026-05-22 Read more