"Mbak Sonya... jadi selama ini... aku adalah anak dari pria yang membunuh Ayahmu?!"Suara Brian bergetar hebat melintasi sambungan telepon terenkripsi, memecah kesunyian ruang kerja CEO Sonya Fast pada paruh pagi yang gerah. Di balik meja kaca besarnya, napas Sonya tercekat, pupil matanya melebar drastis menatap lembar digital akta pengangkatan anak yang dikirimkan Brian dari Kantor Yayasan di Kuningan. Jemari Sonya gemetar hebat hingga menjatuhkan pena montblanc miliknya, meruntuhkan keangkuhan otoritas "CEO Galak" yang pagi ini sengaja ia pasang untuk memimpin restrukturisasi logistik.Arya yang berdiri di samping meja kerja langsung menahan tubuh Sonya, meremas bahu istrinya dengan cengkeraman maskulin yang sangat protektif dan dominatif. Bau parfum kayu gaharu dari tubuh Arya yang panas beradu dengan aroma melati Sonya, menjadi sauh instan di tengah badai informasi yang memuakkan rungu mereka. Rahang Arya mengeras sempurna, matanya menatap tajam ke arah la
Read more