"Waktu eksekusi dipercepat. Unit penyitaan resmi memasuki area Pelabuhan Marunda Utara sekarang."Pengumuman dari pengeras suara luar gerbang itu berdengung, memantul di dinding ruang kendali.Deggg...Jemari Brian gemetar hebat di atas keyboard.Layar monitor di depannya menampilkan kilatan inframerah dari rombongan mobil pengadilan yang mulai bergerak membelah malam."Sialan, mereka curang!" maki Brian. Napasnya tercekat, ulu hatinya mendadak terasa dihantam batu besar.Jessy yang berdiri di samping suaminya langsung membelalak kaku. Pupil matanya melebar drastis, menatap cetak biru jalur bawah tanah pangkalan yang kini berstatus terbuka untuk umum pada sistem peretas."Brian, la-lagipula bagaimana mereka bisa tahu kode akses rahasia milik Bapak?" tanya Jessy, suaranya terbata-bata karena panik yang luar biasa."Manajer senior itu, bajingan tua itu menjualnya ke pihak Jogja," geram Brian. Keringat dingin merembes di
Last Updated : 2026-05-21 Read more