Jantung tante Alinda berdetak dengan kencang. Matanya tidak ingin lepas dari menatap wajah Sehan. Tangannya tidak ingin berhenti dari mengusap pipi lembut Sehan. "Kamu adalah satu-satunya lelaki yang sudah lama aku inginkan. Hanya saja usia kita membuat aku harus memilih ayahmu waktu itu. Andai saja kamu seperti ini waktu itu, tidak memandang usia, mungkin aku tidak akan menjadi salah satu penyebab kehancuran keluargamu" Tante Alinda mengecup kedua pipi Sehan lalu keningnya dan yang terakhir adalah bibirnya. "Hmm, manis sekali. Andai saja aku bisa merasakannya setiap hari, pastilah aku termasuk wanita yang sangat beruntung. Kamubegitu menggoda, Sehan. Setiap wanita pasti sangat uingin memilikimu!" Tante Alinda mengusap bibir Sehan. Puas dengan bibir Sehan, tante Alinda mengusap dada Sehan. Semnetara itu Sehan setengah mati menahan gerakan. Ia pura-pura tidur, padahal dia sudah bangun saat tante Alinda mengusap pipinya untuk pertama kalinya tadi. "Kurang ajar sekal
Last Updated : 2026-04-08 Read more