Share

Bab 105

Author: Miss Lia
last update publish date: 2026-04-10 23:48:33

Bab 103.

Sehan terdiam saat gadis itu mulai menunjukkan sikap tidak sukanya kepada diri Sehan. Bagaimana tidak merasa jijik kepada Sehan kalau ternyata bukan hanya ibu kandungnya saja yang ia layani akan tetapi ibu tirinya juga.

"Celia, kamu jangan kurang ajar pada tamuku. Satu hal lagi Jangan pernah kamu beritahu papa kamu kalau ada tamu datang ke sini. Jika kamu lakukan itu maka tante tidak akan segan menghancurkan keluargamu!" ancam tante Arinda pada gadis yang menjadi anak tirinya
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sang Penakluk Wanita   Bab 136

    Usai membeli makanan itu, Sehan kembali ke tempat di mana ia meninggalkan tante Felicia. "Tante ini adalah makanan yang aku beli tadi di outlet depan sana. Semoga tante suka ya," ucap sehat sembari membelikan kantong plastik berisi makanan pada tante Felicia. Dengan tersenyum tante Felicia menerima bingkisan yang dibawa oleh Sehan untuknya. Wajah tante Felicia terlihat sedikit dingin dan cuek membuat Sehan merasa ada yang berbeda dengan tante Felicia. "Terima kasih, Sehan."jawab Tante Felicia sedikit ketus. Wanita itu jika sudah merasa kecewa maka dia akan menjadi sosok yang dingin dan ketus pada orang yang membuatnya kecewa. Sehan mengerutkan kedua alisnya. Sedikit saja gaya bahasa orang yang ia ajak bicara berbeda, Sehan langsung bisa merasakan perbedaan itu. "Tante Felicia tidak apa-apa?" tanya Sehan seketika tidak menunggu lama. Apa yang Ia rasa maka akan Sehan tanyakan pada orang yang ia kenal dekat. Sehan tidak bisa dekat pada orang lain dengan cara

  • Sang Penakluk Wanita   Bab. 135

    Tante Felicia menaruh curiga pada Sehan. Berulang kali Sehan terlihat mencari seseorang. Jelas terlihat tapi Sehan tidak mau mengakuinya. "Tidak mungkin kalau dia tidak sedang mencari sesuatu. Sedari tadi akulihat dia tampak gelisah. Dari yang berencana mau makan malam ternyata digagalkan dan sekarang sibuk mencari seseorang!" gumam Tante Felicia. "Kenz, kita belum makan malam. Aku tidak mau saat di dalam nanti kita kelaparan!" cicit Tante Felicia tidak mau berhenti karena merasa lapar sekali. "Tante Lapar? Kalau begitu Tante di sini biar aku yang cari makanan. Minim bisa kita makan sambil nonton konser!" sahut Sehan dengan senyum sedikit menekan agar Tante Felicia mau menuruti keinginannya. Lelaki itu berharap wanita yang saat ini ada di hadapannya itu menyetujui apa yang ingin dia lakukan. Helaan napas panjang terdengar dari bibir Tante Felicia. "Ya sudah, Tante ikut kamu aja mau makan di mana," jawab Tante Felicia datar. Ia mengikuti alur Sehan. Seh

  • Sang Penakluk Wanita   Bab. 134

    Bab. Tante Felicia kembali duduk dengan tenang. Kecepatan mobil sudah berangsur normal. Sehan hanya bisa mengalah agar Tante Felicia tidak marah kepadanya. "Kenz, kita jadi makan malam dahulu?" tanya Tante Felicia menoleh ke arah Sehan. Sehan tidak langsung menjawab, dalam pikirannya ada dua jawaban. Yang pertama dia tidak ingin makan malam karena ingin segera menemukan Chellia. Yang kedua ia ingin makan malam karena perutnya sudah kelaparan. Bercinta dengan Nasya membuat Sehan lapar. "Kenz, kamu dengar tante tidak? Kamu tadi katanya lapar jadi tante tanya kita mau makan malam dahulu atau langsung ke tempat konser?" tanya Tante Felicia sekali lagi. Kali ini dengan nada penuh penekanan karena Sehan tidak juga menjawab pertanyaannya. "Eh, Mmm ... Kita makan malam di dekat konser aja ya, Tan. Rehan yakin di sana banyak warung yang buka. Kita ke sana untuk makan malam sekalian mencari tempat parkir aku yakin di sana pastilah banyak yang jualan." "Baiklah kalau

  • Sang Penakluk Wanita   bab 133

    j Chellia melengos tanpa mau mendengarkan peringatan Sehan. Dengan angkuhnya wanita berjalan keluar dari hotel. Ia tidak berpamitan pada ketua rombongan. Sehan kepikiran tentang Cheliia. Ia tahu pasti wanita itu juga akan pergi ke konser. Sehan pun bergegas ke kamar tante Felicia. "Tante, apa tante sudah siap?" tanya Sehan masuk tanpa permisi dahulu. "Sudah, Sehan. Hey, kenapa kamu terlihat buru-buru begitu?" tanya tante Felicia sembari memakai sepatunya. "Tidak apa-apa, Tante. Biar tidak macet di jalan saja," jawab Sehan tidak mengatakan apa yang sesungguhnya ia pikirkan. "Oh begitu, baiklah. Ayo kita berangkat, aku sudah siap. Tidak sabar rasanya melihat idolaku pentas!" sahut tante Felicia. Sehan dan tante Felicia pun bergegas berangkat. Mereka menggunakan mobil rental untuk berkeliling selama di pulau itu. Setengah berlari Sehan berjalan menuju lobi, berharap Chelia masih ada di sana. Kalau Chellia masih di sana maka Sehan akan mengajaknya berangkat bersama. Sesampain

  • Sang Penakluk Wanita   bab 132

    bab. 131 Matahari semakin jauh tenggelam. Senyum mengembang di bibir Tante Felicia. "Kenz, akhirnya kamu datang juga. Aku sempat khawatir, takut terjadi apa-apa dengan mu," ucap tante Felicia memeluk Sehan. Ia menenggelamkan wajahnya ke dada bidang lelaki itu. "Aku sudah janji pada Tante, jadi manalah mungkin aku akan mengingkari nya. Bagi seorang lelaki janji sama saja harga dirinya. Dan aku bukan tipe lelaki yang suka ingkar janji," jawab Sehan mengusap surai hitam rambut Tante Felicia dengan lembut. "Terima kasih, Kenz. Oh ya kamu sudah makan belum?" Tante Felicia mendongakkan kepalanya menatap Sehan. Sehan menggelengkan kepalanya. "Belum, Tante," jawab Sehan jujur. Sepulang dari rumah Nasya ia tidak mampir ke manapun. Pikirannya berkelana jauh memikirkan tentang bodyguard untuknya. "Baiklah, bagaimana jika sebelum kita ke konser, kita makan dulu. Waktunya masih ada tuh, palingan molor juga konsernya. Yang penting kan sudah ada tiket VIP." Tante Felicia men

  • Sang Penakluk Wanita   bab 131

    Bab. Sehan menuruti perintah Nasya karena Nasya sudah membayarnya melalui Tante Zola. Meskipun Sehan ingin menolak, namun teringat akan balas dendamnya maka ia menuruti perintah Nasya. Sehan menggendong Nasya ala bridal style menuju ke kamarnya. Semua itu Sehan lakukan agar secepatnya bisa terlepas dari Nasya. Semakin cepat selesai pekerjaannya semakin dia cepat pulang. "Ssh ... Sehan!" Nasya mengerang penuh kenikmatan, ia tidak tahu jika apa yang terjadi padanya sudah direkam oleh Sehan. Dengan video rekaman itu, Sehan akan menghancurkan Nasya. "Teruslah mengerang penuh kenikmatan, semua akan menjadi senjata untuk menghancurkan dirimu sendiri. Nikmatilah, sebelum kau tidak bisa menikmatinya lagi," gumam Sehan di dalam hati. Ia mengeluarkan semua kemampuannya. Nasya merasakan tubuhnya lemas karena berulang kali bisa mencapai puncak. Sedangkan Sehan baru menggunakan jari dan mulutnya saja. "Cukup, Sehan. Aku sudah tidak kuat lagi!" rintih Nasya, ia sudah tida

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status