แชร์

bab.106

ผู้เขียน: Miss Lia
last update วันที่เผยแพร่: 2026-04-12 23:45:40
Usai mengambilkan nasi untuk tante Alinda. Sehan dengan penuh perhatian menambahkan lauk di atas piring tante Alinda. Karena tante alinda tidak pernah mendapatkan perhatian dari lelaki, melihat perhatian Sehan, ia pun merasa baper.

"Terima kasih, Sehan. Baru kamu lelaki yang pertama kali mengambiilkan aku makan. Selama ini aku yang selalu melayani mereka. Mereka hanya menganggapku sebagai babu. Namun, ketika wanita yang sakit hati sudah menggunakan logikanya maka lelaki itu akan menjadi babu
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Sang Penakluk Wanita   Bab 148

    Sehan menoleh ke arah sumber suara. Ia melihat Felix berjalan menuju ke arahnya. "Felix bagaimana? Apa kita bisa keluar dari sini? Aku sudah tidak tahan lagi. Aku ingin segera pergi dari sini." Sehan menatap Felix dengan tatapan penuh harap. Ia sudah tidak tahan untuk berlam-lama di kantor polisi itu. "Selamat, Tuan. Anda diberi izin bebas bersyarat dengan uang jaminan. Hanya saja, tuan harus melapor setiap dua minggu sekali dan hadir saat diperintahkan untuk menghadiri proses penyidikan. Apapun yang mereka pinta harus kita turuti. Yang penting kita bisa bebas dari sini. Benar begitu kan tuan?" Felix menyerahkan file yang harus ditanda tangani oleh Sehan. Sehan menghirup napas dalam-dalam, lantas mengembuskannya perlahan. Ia membuka file itu dan membacanya dengan teliti. Setelah itu ia tanda tangani kolom yang ada namanya. "Selesai. Hanya ini saja kan?" tanya Sehan dengan malas. Ia benar-benar sudah tidak ingin berlama-lama di kantor polisi. "Benar, Tuan. Hanya tanda

  • Sang Penakluk Wanita   Bab 147

    Tante Zola masih belum paham kenapa bisa Sehan ditahan oleh polisi. "Sehan, ceritakan pelan-pelan. Tante siap mendengarkan. Kebetulan tante baru saja selesaikan pekerjaan tante. Jadi ada waktu untuk mendengarkan ceritamu," ucap tante Zola datar. Ia meminta Sehan menceritakan dengan pelan-pelan agar dia paham. "Baiklah, Tante. Jadi, Sehan merasa dijebak oleh tante Raysa. Bukankah tante Zola yang membuat janji dengan tante Raysa kalau Sehan harus melayani tante Raysa tadi malam? tapi kenapa nona Chellia yang ada di kamar itu. Padahal itu kamar yang memesan tante Raysa. Dia ...." "Tunggu, apa katamu? Kemarin malam kamu melayani tante Raysa? Bukannya malam ini jadwalnya? Bukan kemarin malam. Tante sudah bilang kalau kamu masih ikut liburan di Maldives. Tante Raysa juga bilang iya dia paham dan akan menunggumu, lantas kenapa menjadi kemarin malam? Apa dia minta diajukan?" tanya balik tante Zola. Sehan mengerutkan kedua alisnya, dari pesan yang dikirim oleh tante Raysa,

  • Sang Penakluk Wanita   Bab. 146

    Sehan tersenyum senang karena tante Zola mau mengangkat panggilannya. "Terima kasih, Tante. Tante sudah mau mengangkat panggilan Sehan. Sehan butuh bantuan tante Zola, Sehan saat sedang dalam masalah. Ada yang menjebak Sehan. Sehan saat ini sedang ada di kantor polisi" "Apa? Kenapa kamu bisa di kantor polisi?" Suara tante Zola sedikit naik kamera karena terkejut mendengar Sehan dibawa ke kantor polisi. "Ada yang menjebak aku, Tante. Aku dituduh memeperkosa Chellia, putri dari tuan Dimitrio. Padahal malam itu dia sendiri yang memintaku untuk melayaninya. Awalnya tante Raysa yang meininta Sehan untuk melayani dia di hotel Queen. Sampai di sana tante Raysa belum juga datang, Sehan disuruh untuk menunggu di kamar yang sduadh ia pesan sebelumnya." "Wait, tunggu. Raysa? Raysa pemilik salon itu?' "Benar, Tante. Tante Raysa pemilik salon itu. Bukannya tante yang meminta Sehan untuk melayaninya?" tanya balik Sehan. Tante Zola terdiam, saat ini ia sedang mengingat

  • Sang Penakluk Wanita   Bab. 145

    Bab. Felix menatap serius ke arah Sehan duduk di depannya. Sehan menceritakan semua yang sudah terjadi padanya. "Dari semua yang anda ceritakan, saya menyimpulkan bahwa anda menduga kalau pelakunya adalah Tante Raysa dan David?" tanya si pengacara memastikan apa yang ia simpulkan itu benar. "Benar, Felix. Aku menduga mereka berdua adalah dalang dari semua ya g sudah terjadi padaku dsn juga pada Chellia. Kita bisa meminta pihak rumah sakit hasil visum dugaan pelecehan. Jika itu memang pelecehan maka akan ada luka, akan tetapi jika tidak ada luka karena paksaan maka itu buka pelecehan. Melainkan mau sama mau," ucap Sehan. Felix pengacara handal itu mengangguk paham. Apa yang dikatakan Sehan masuk akal. Akan ada luka di organ intim kewanitaan Chellia jika ada unsur paksaan. Jika mau sama mau maka luka itu tidaklah masih kategori normalnya wanita yang melakukan hubungan seksual untuk pertama kali. "Bagaimana, Felix? Apakah kamu bisa usut tuntas semua ini? Untuk m

  • Sang Penakluk Wanita   Bab. 144

    Hari menjelang sore Sehan masih berada di sel tahanan sementara kantor polisi tersebut. "Kurang ajar si Felix, dia sudah aku bayar mahal-mahal akan tetapi tidak datang juga. Bila mau datang dalam 2 jam ini dan sekarang sudah hampir 4 jam aku menunggu dirinya tidak ada juga! Dihubungi selalu jawabnya masih dalam perjalanan menuju ke sini!" geram Sehan. Tangan Sehan mencengkeram kuat jeruji besi yang sudah mengurungnya. Merasa hampir putus asa tiba-tiba ia teringat akan tante Felicia. Sehan ingat kalau wanita itu juga punya pengaruh di pemerintahan. Gagas Sehan menghubungi tante Felicia. Berulang kali Sehan memanggil tante Felicia, namun tidak diangkat juga. Padahal tante Felicia saat itu sedang online. Sehan mengerutkan keningnya. Dia merasa ada yang aneh kenapa Tante Felicia tidak mau mengangkat panggilannya. "Tante Felicia online tapi mengapa dia tidak mau mengangkat panggilanku. Apa dia marah denganku? Bisa jadi karena aku semalam tidak kembali ke kamarnya

  • Sang Penakluk Wanita   Bab. 143

    Dengan terburu-buru Sehan membawa koper Chellia di hotel di mana mereka berdua semalam menginap. Namun, saat sampai di lantai di mana kamar Chellia berada, Sehan terkejut karena beberapa orang berseragam kepolisian berdiri menjaga pintu masuk kamar yang ditempati oleh Sehan. "Ada apa ini? Kenapa ramai begini apa ya sudah terjadi jangan-jangan terjadi sesuatu dengan Celia!" gumam Sehan. Ia takut terjadi sesuatu dengan Chellia. Apa yang dia khawatirkan benar terjadi. Sehan mendekat ke kamar itu. Di sana ada Tante Raysa juga. Sedangkan David tapi tidak menunjukkan dirinya karena dia tidak ingin terlibat sesuatu apapun dengan orang lain. "Pak polisi, itu dia orangnya!" seru Tante Raysa saat melihat Sehan datang. "Apa benar dia?" tanya si polisi memastikan agar mereka tidak salah tangkap. Sesuai dengan perintah David, Tante Raysa menyatakan kalau lelaki yang sudah membuat Chellia seperti saat ini itu adalah Sehan. Chellia ditemukan oleh Tante Raysa dalam keadaa

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status