Budi baru saja dimarahi oleh Dokter Haris, sudah kehabisan kata-kata dan mau tak mau percaya kepada Yuna."Masih tunggu apa lagi? Pergi!"Dipimpin oleh Budi, seluruh keluarga berjalan menuju pintu.Tabib Santoso mendesah dan mengikuti mereka ke luar. Hanya Dokter Haris yang tetap berdiri, melemparkan pandangan memohon kepada Dhana."Tabib Dhana, aku tahu permintaanku agak berlebihan. Kalau boleh, izinkan aku jadi asistenmu. Aku nggak akan menimbulkan masalah."Mengatakan ingin menjadi asisten hanyalah dalih.Kemampuan Dhana sangat luar biasa, sehingga dia ingin tetap di sini dan mengamati caranya merawat pasien, memanfaatkan kesempatan itu untuk belajar.Dhana melambaikan tangannya. "Maaf, Dokter Haris, silakan istirahat dulu di luar. Nona Yuna saja sudah cukup, aku nggak butuh asisten."Yuna mengangguk, matanya beralih ke Dokter Haris."Dokter Haris, ikuti saja perintahnya. Silakan istirahat di luar. Kalau kami benar-benar membutuhkan kamu, kami pasti akan memanggilmu."Segera, pintu
Read more