"Tabib Dhana, kalung ini milikmu, tapi aku ingin meminta bantuanmu untuk melepaskannya dari leherku."Yuna memancarkan aroma parfum yang lembut.Dia berjongkok di hadapan Dhana, memperlihatkan punggung yang indah. Satu tangan bertumpu pada lututnya, tangan lainnya memegangi rambut, sehingga kulit lehernya yang mulus seperti giok terpampang di hadapan mata Dhana.Ditambah dengan aroma memabukkan itu, pikiran Dhana melayang sesaat.Yuna sungguh sangat cantik.Dari bentuk tubuh, wajahnya, hingga kulitnya yang halus, hampir setiap bagian tubuhnya sempurna, tanpa cela.Dhana mengulurkan tangan, tapi merasa bimbang untuk menyentuhnya.Untuk melepas kalung itu, dia harus menyentuh kulit Yuna.Bahkan sebelum bersentuhan, kulitnya sudah bisa merasakan kehangatan."Tabib Dhana, tolong bantu aku melepasnya."Yuna berlutut satu kaki, menunggu begitu lama hingga kakinya mulai sakit."Nona Yuna, lawan jenis nggak boleh saling menyentuh. Mungkin, kamu bisa melepasnya sendiri? Kalau ada yang lihat, bi
Baca selengkapnya